Pengelolaan sumberdaya hutan sangat dipengaruhi oleh kearifan lokal yang dimiliki masyarakatuntuk mencegah berbagai pengaruh buruk terhadap hutan. Penelitian dilakukan untuk menginventarisasikearifan lokal yang terkait dengan kepercayaan atau/dan pantangan, etika dan aturan, teknik danteknologi, serta praktek dan tradisi pengelolaan hutan/lahan yang dilakukan oleh masyarakat dalammembangun dan mengelola hutan di Desa Nanga Mau. Bentuk-bentuk kearifan lokal yang masih terdapatdi Desa Nanga Mau yang dapat mendukung pengelolaan hutan seperti kepercayaan dan/atau pantanganadat berupa pelaksanaan upacara adat seperti upacara rebu-rebu dan upacara kerja tahun, kepercayaanmengenai penjaga Desa model Bias yang di sebut dengan “Gana/Gano”. Etika dan aturan berupalarangan untuk melakukan penebangan dari hutan lindung, larangan menangkap ikan dengan meggunakanracun dan bom, larangan perburuan hewan yang dilindungi. Teknik dan teknologi berupa pembuatansekat bakar, memperhatikan arah angin sebelum melakukan pembakaran, tidak melakukan pembakaranpada saat musim kemarau, menggunakan bambu sebagai bahan pembuat keranjang , penggunaan bambusabagi penopang tanaman. Praktek dan tradisi pengelolaan lahan berupa pembagian suatu areal menjadibeberapa luasan lahan untuk ditanami dengan komoditi pertanian yang berbeda, menerapkan tekniktumpang sari, penggunaan pupuk kompos serta humus, pengetahuan mengenai siklus tanaman, pemilihankomoditi pertanian yang sesuai, serta memanfaatkan tumbuhan hutan sebagai tanaman obat.
Copyrights © 2022