Dalam literatur tasawuf, manusia baik laki-laki maupun perempuan mempunyai peluang yang setara dalam kesempatan memperoleh maqamat dan ahwal guna menggapai sufi sejati. Dalam pandangan sufisme perempuan memiliki keterlibatan sebagai entitas yang aktif menikmati pengalaman religius intensif dan paling bermakna. Seorang penyair sufi tersebar dalam sejarah yakni Jalaluddin Rumi memberikan interpretasi tentang manusia bahwasanya dalam kacamata tasawuf manusia memiliki jangkauan yang sangat luas di luar fisik. Rumi yang dikenal sebagai seorang sufi yang hamunis, toleran, dan yang selalu menebar buih-buih cinta dalam karya-karyanya dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian manusia memiliki pandangan khusus tentang perempuan. Selalu ada ruang bagi perempuan di setiap karya syairnya. Hal ini menunjukan bahwa perempuan di matanya memiliki nilai yang istimewa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) untuk menelusuri suatu data dan informasi tentang pemikiran maupun yang relevan dengan kajian judul. Hasil kajian ini, ialah membaca pemikiran seorang jalaluddin rumi tentang gender yakni perempuan dalam perspektif sufisme.
Copyrights © 2022