Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021

PERANAN MASYARAKAT ADAT DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN HUTAN ADAT MANDALA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

LL. Suhirsan Masrillurahman (Program Studi Kehutanan Universitas Pendidikan Mandalika)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2021

Abstract

Hutan adat Mandala (Pawang Mandala) yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan hutan adat yang diyakini masih dikelola dengan prinsip-prinsip selaras dengan alam, memiliki system pengetahuan dan nilai-nilai kearifan serta dikelola oleh suatu lembaga adat yang mengedepankan upaya-upaya kelestarian alam. Penelitian ini diharapkan mampu member rujukan tentang peran penting hutan adat dalam upaya konservasi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan masyarakat dalam pengelolaan Pawang Mandala, mengetahui pola pengelolaan dan struktur kelembagaan pengelolaan Pawang Mandala, serta mengidentifikasi peran Pawang Mandala dalam mendukung upaya konservasi kawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu observasi awal (pra-penelitian), tinggal bersama masyarakat (live in), wawancara dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan intepretasi hasil data yang didapat ke dalam pengelolaan Pawang Mandala dalam upaya konservasi kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai kearifan masyarakat yang ditemukan dalam pengelolaan Pawang Mandala berupa pantangan dan pembatasan pemanfaatan sumberdaya hutan, adanya konsep Pemalik, adanya aturan-aturan adat berupa Awig-awig, serta adanya ritual Selamatan Olor. Secara tradisional Pawang Mandala dikelola oleh masyarakat adat Mandala yaitu lembaga adat Bayan dengan Pemangku adat sebagai pimpinan tertinggi. Pola pengelolaan sumberdaya alam dalam masyarakat adat Bayan dibagi menjadi 3 fungsi yaitu gubuk, bangket dan gawah sementara untuk Pawang Mandala masuk menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam fungsi gawah. Adanya aturan adat yang berupa Awig-awig menjadi wujud kontribusi masyarakat adat Bayan dalam upaya konservasi yang terbukti mampu mewujudkan kawasan Pawang Mandala sebagai hutan yang berfungsi dalam menjaga sistem tata air dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hal ini terbukti dari terjaganya sumber mata air di dalam kawasan Pawang Mandala dan teridentifikasinya sejumlah potensi keanekaragaman hayati di dalam kawasan hutan tersebut

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

SANGKAREANG

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Economics, Econometrics & Finance Education Public Health Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain ...