Penelitian ini berawal dari adanya masyarakat Desa Plandirejo yang tetap memegang teguh pada keberbedaan dengan tidak menciptakan kelompok baru demi terwujudnya keserasian bersama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana sejarah berdirinya Desa Plandirejo, bagaimana akulturasi budaya Jawa dengan agama Islam, dan bagaimana seni dijadikan sebagai media pemersatu akulturasi tersebut. Setiap tempat memiliki cerita tersendiri. Seperti halnya cerita asal usul Desa Plandisari yang erat kaitannya dengan tanaman petai cina atau mlanding. Dengan kondisi masyarakat yang heterogen mulai dari suku, bahasa, ras, dan juga agama, masyarakat di Desa Plandisari ini mampu hidup rukun berdampingan dengan tetap mengutamakan kebersamaan. Salah satu media yang digunakan untuk menghadapi keberbedaan yaitu kesenian meminta hujan yang di dalamnya terdapat upacara selamatan, seni gamelan, seni tari jaranan, dan seni jedhoran yang memuat nilai akulturasi budaya Jawa dengan agama Islam.
Copyrights © 2022