Tulisan ini memaparkan perbedaan pandangan dua tokoh terkenal dalam filsafat Islam, Al-Ghazali dan Ibn Rusyd, terhadap konsep alam semesta, sumber pengetahuan, dan pendidikan. Metodologi penelitian ini melibatkan analisis literatur yang mendalam untuk memahami argumen dan perspektif kedua tokoh ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali cenderung memprioritaskan keberagamaan dan sufistik dalam pendidikan, sementara Ibn Rusyd menekankan rasionalitas dan pertumbuhan intelektual. Kedua pendekatan ini mempengaruhi paradigma pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam konteks kurikulum dan peran pengetahuan. Limitasi dari penelitian ini melibatkan ruang lingkup studi yang terbatas pada dua tokoh dan kurangnya data empiris. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan adanya kajian empiris untuk memahami implementasi dan dampak dari perspektif ini dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini berdampak penting pada pembuat kebijakan pendidikan, desainer kurikulum, dan edukator yang terlibat dalam pendidikan Islam.
Copyrights © 2021