Gempabumi merupakan bencana alam yang datangnya tiba-tiba dan pada beberapa kasus sifatnya sangat merusak. Sulawesi Tenggara merupakan wilayah yang memiliki aktivitas gempabumi yang cukup banyak. Banyaknya gempabumi yang terjadi mengindikasikan banyaknya sesar yang masih aktif di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari periode ulang (Θ) dan parameter fraktal (D) di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu Periode ulang gempabumi di untuk M ≥ 4.0 SR secara berturut-turut adalah Θ = 0,5 tahun dan Θ = 0,7 tahun. Periode ulang gempabumi untuk M ≥ 5.0 SR secara berturut-turut adalah Θ = 6,1 tahun dan Θ = 8,3 tahun. Periode ulang gempabumi untuk M ≥ 6.0 SR secara berturut-turut adalah Θ = 31,5 tahun dan Θ = 42,9 tahun. Sedangkan aktivitas gempabumi terbesar terjadi di wilayah Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Muna dan Buton Utara dengan nilai D = 0,76. Berdasarkan nilai rasio slip sebesar 78,8 – 83,3 diperoleh bahwa aktifitas gempabumi dikelima wilayah tersebut dipengaruhi oleh dua patahan utama, yaitu patahan Lawanopo dan Lainea
Copyrights © 2019