Paradigma pendidikan sains sudah mengalami perkembangan dalam proses pembelajaran salah satunya kemampuan penalaran dan keterampilan berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi siswa pada konsep sistem pencernaan. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian secara umum siswa pada kelas eksperimen memiliki kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi memiliki korelasi positif yaitu 0,614. Sebagian besar kualitas argumentasi siswa memiliki rata- rata skor 1,37 yang berarti kualitas argumentasi siswa berada pada level 1 sampai dengan 2, hal ini disebabkan karena siswa hanya dapat memecahkan masalah dasar dan belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulis. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran Blended Learning berbasis PBL dapat melatih kemampuan penalaran siswa pada indikator seeing analogy, qualification, structure analysis, dan classification namun belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulisKeywords: Blended Learning; PBL; Penalaran; Argumentasi
Copyrights © 2018