Dalam 10 tahun terakhir antara tahun 2004 sampai 2013 pemanfaatan energy surya sebagai tenaga listrik meningkat pesat dari 3,7 GW menjadi 139 GW. Hal tersebut disebabkan adanya tuntutan dari Protocol Kyoto yang mewajibkan negara-negara maju untuk mengurangi emisi karbon. Sehingga energi surya yang bersifat renewable dan ramah lingkungan menjadi pilihan disamping energy angin. Di Indonesia kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) belum bersifat komersil. Salah satu PLTS yang dikembangkan sebagai pilot proyek untuk pengembangan PLTS di Indonesia adalah PLTS Cirata berkapasitas 1 MW. Untuk mengestimasi potensi tenaga surya yang berlimpahnya sebagai sumber energi, dilakukan penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur, analisis database PLTS, diskusi terfokus dan analisis deskriptif. Diharapkan dengan pengalaman dari PLTS Cirata dapat menjadi dukungan untuk pembangunan PLTS lain secara komersil. Untuk itu diperlukan dukungan pemerintah berupa pengukuran potensi tenaga surya di berbagai tempat, pengembangan industri fotovoltaic, serta feed-in tariff yang menarik bagi pengembang PLTS.
Copyrights © 2020