Abstrak— Maluku Utara berada pada tiga lempeng besar yaitu lempeng eurasia, lempeng pasifik danlempeng Indo Australia yang dapat mempengaruhi tingkat kegempaan. Kota Ternate khususnya merupakandaerah yang berada pada jalur gempa tektokik, terletak pada sesar Halmahera yang bisa menimbulkan gempayang dahsyat. Pada tahun 2018 khususnya Halmaheara Barat mengalami gempa tektonik sebanyak 970 kali.Halmahera Barat merupakan kabupaten yang sangat dekat dengan kota Ternate. Penelitian ini bertujuanyaitu mengidentifikasi dan mengevaluasi bangunan rumah sederhana tipikal tembokan sebelum atau sesudahterjadinya gempa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah yang berada di kota Ternateutara khususnya kelurahan Tafure tidak menggunakan standar yang baik seperti ukuran kolom, pondasi, sloof,dinding, ring balok, gunung-gunung, kuda-kuda serta detail tulangan pada pertemuan balok kolom yangkurang baik dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk gempa dan pedoman pembangunanrumah tahan gempa. Hal ini karena minimnya pengetahuan dari pemilik rumah tentang konsep rumah tahansehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat dapat memahami tentang aturan danstandar untuk rumah tinggal tahan gempa.
Copyrights © 2020