Tedc
Vol 12 No 1 (2018): Jurnal TEDC

KEBIJAKAN PENGADAAN KOMPONEN GARDU TRAKSI KERETA API BERDASARKAN EQUIPMENT CRITICALLTY RATING (ECR) DENGAN METODE ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP)

R. Lisye Herlina (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Sep 2019

Abstract

PT Kereta Api Indonesia (Persero) khususnya PT KAI Commuter Jabodetabek (PT.KCJ) sebagai pengelola jasa transportasi dengan moda angkutan Kereta Rel Listrik (KRL). KRL merupakan sumberdaya utamanya menggunakan listrik dan Gardu Traksi digunakan untuk memberikan suplai listrik untuk kereta api umumnya dalam bentuk suplai listrik DC (Direct Current). Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, PT. KAI melakukan perbaikan bidang pengadaan. Penelitian ini bermaksud untuk menentukan tingkat kekritisan komponen dari komponen Gardu Traksi. Metode yang digunakan yakni ECR (Equipment Criticallity Rating) dan ANP (Analytic Network Process). Hasil penelitian menyatakan yang paling mempengaruhi di bagian Pengadaan adalah hubungan pemasok dengan tingkat kepentingan sebesar 0,2756 diikuti kriteria Kualitas 0,2400, Ketepatan 0,1926,Service 0,1677 dan kriteria Biaya 0,1241. Hasil dari ANP bagian Pengadaan memiliki kriteria bagian Hubungan Pemasok 100%, Kualitaas 88%, Ketepatan 70%, Service 61%, dan Biaya 46%. Repair/Maintenance Komponen 80%, Software Pendukung After Maintenance 85% dan Reorder untuk yang rusak berat 70%. Pengelompokan komponen Gardu Traksi berdasarkan hasil dari ECR (Equipment Criticallity Rating) untuk bagian pengadaan, komponen Vital sebanyak 17 buah. Penetapan Mitigasi Risiko yang harus disiapkan terhadap komponen Gardu Traksi. Untuk komponen Vital artinya dimana terjadi kerusakan, maka akan menyebabkan kondisi sangat berbahaya (prioritas perbaikan : Emergency), oleh karena itu komponen Supporting berarti bilamana terjadi kerusakan walaupun komponen tersebut agak kritis tetap akan menyebabkan kondisi yang berbahaya/dengan bahaya sedang (prioritas perbaikannya: urgent (penting), sedangkan untuk komponen Operating berarti jika terjadi kerusakan, maka walaupun termasuk komponen yang tidak kritis namun tetap akan menyebabkan bahaya dengan tingkat bahaya minor (prioritas perbaikan: Normal). Kata kunci: analytic network process, design kriteria pengadaan, equipment criticality rating.

Copyrights © 2018