Kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan dalam pengajaran. Kurikulum pendidikan agama Kristen yang berbasis Pemuridan akan menghasilkan murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang taat membaca, menggali dan merenungkan firman Tuhan serta melakukannya setiap hari dalam kehidupan mereka, sehingga karakter mereka semakin serupa dengan Kristus. Seperti firman Tuhan mengatakan: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”. (Mazmur 119: 9). Oleh sebab itu kurikulum agama Kristen berbasis pemuridan di Perguruan Tinggi perlu disusun selama enam (6) semester untuk Diploma tiga (III) dan delapan (8) semester untuk diploma empat (IV), sehingga mahasiswa senior yang terdidik dengan baik akan menjadi pendidik Firman Tuhan bagi adik kelas mereka. Mengapa kurikulum pemuridan harus disusun demikian lama? Karena kehidupan beriman/beragama berlangsung seumur hidup. Kurikulum Dikti tahun 2005 hanya untuk dua (2) Sks yang disampaikan di semester ganjil sedangkan kebutuhan hidup kerohanian berlangsung setiap hari, minggu dan bulan. Itulah sebabnya kurikulum mesti didesain untuk jangka pendek dan jangka panjang, sehingga pemuridan dapat berlangsung selama mahasiswa berada di Perguruan Tinggi. Tujuan tulisan ini ialah supaya Pendidikan Agama Kristen di Perguruan Tinggi memampukan mahasiswa menjadi pembelajar Firman Tuhan yang berhasil dan berkelanjutan hingga akhir hayatnya, sehingga mereka menjadi murid-murid Tuhan Yesus Kristus seumur hidup. Bagaimana menjadikan pendidikan agama yang singkat itu menjadi awal belajar agama yang kemudian mereka belajar agama sepanjang hidup? Dibutuhkan kurikulum pendidikan agama Kristen mulai dari perkuliahan formal, informal dan non formal, supaya tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas, melainkan di seluruh arena kehidupannya dapat dijadikan sebagai suasana belajar keagamaan. Yang paling dibutuhkan adalah kurikulum, hiden kurikulum dan strategi mengajarnya.Kata kunci : Kurikulum, Pemuridan dan Perguruan Tinggi
Copyrights © 2018