Tedc
Vol 16 No 1 (2022): JURNAL TEDC

PENGARUH VARIASI WAKTU PENGERINGAN TERHADAP MUTU TEPUNG LABU KUNING

Myra Wardati Sari (Politeknik TEDC Bandung)
Cengristitama cengristitama (Unknown)
Suci Robiatul Khasanah (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2022

Abstract

Tanaman labu kuning kaya akan vitamin A dan C, namun volumenya yang besar dan tekstur yang mudah rusak menjadi tantangan tersendiri saat pendistribusian dan penyimpanan. Untuk itulah, ide menjadikan labu kuning menjadi tepung bisa menjadi solusi. Pada penelitian ini dikaji mutu tepung labu kuning dengan variasi waktu pengeringan. Labu kuning dibuat tepung melalui pengeringan tray dryer pada suhu 60 oC dan laju alir 3 ml/detik dengan variasi waktu 8, 10 dan 12 jam. Mutu tepung labu kuning dinilai berdasarkan hasil analisa kadar air, kadar abu, dan kadar vitamin C yang terkandung di dalamnya. Analisa kadar air paling rendah yaitu pada sampel C, yaitu tepung labu kuning dengan perlakuan pengeringan selama 12 jam, yaitu sebesar 10%, sesuai standar SNI Tepung Terigu 3751:2009. Sedangkan kadar abu paling rendah yang didapatkan sampel A yang mendapat perlakuan pengeringan 8 jam yaitu sebesar 1,99%, tidak sesuai dengan standar SNI tersebut di atas. Sedangkan kadar vitamin C tertinggi didapatkan oleh sampel A yang mendapatkan perlakuan pengeringan 8 jam, yaitu sebesar 28,966 mg/100g.

Copyrights © 2022