Pelarut di industri percetakan merupakan bahan kimia yang paling sering digunakan baik sebagai bahan pencampur maupun pencuci. Jenis pelarut yang digunakan di industri percetakan tersebut salah satunya adalah isopropanol. Isopropanol adalah cairan yang mudah menguap, dengan kelarutan yang tinggi dalam air dan pelarut organik. Hal ini mengakibatkan jalur paparan isopropanol yang paling utama adalah melalui rute inhalasi. Efek yang ditimbulkan dari isopropanol dapat menyebabkan efek neurologis dan toksisitas ginjal kronis. Studi ini membahas mengenai analisis risiko pengaruh paparan isopropanol melalui inhalasi terhadap pekerja percetakan di kawasan percetakan Pagarsih, Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi paparan isopropanol dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi paparan isopropanol pada pekerja percetakan offset. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi cross sectional. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 30 responden terpapar dan 10 responden kontrol. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampling konsentrasi isopropanol di udara, dengan metode NIOSH 1400 issue 2. Pengambilan sampel di udara dilakukan dengan personal sampler pump dengan absorber berupa karbon aktif (coconut shell charcoal). Hasil sampling kemudian dianalisa dengan menggunakan Gas Chromatography, Flame Ionization Detector (GC-FID). Hasil pengukuran konsentrasi rata-rata isopropanol di udara adalah 237,5317 ppm. Biomarker paparan isopropanol dilakukan melalui pengukuran kristal oksalat dalam urin. Hasil analisis kristal oksalat pada urin menunjukan persentase sebesar 23,33% pada rentang kuantitas kristal oksalat 1-5 LPK; 43,33% pada rentang hasil 5-10 LPK; 26,67% pada rentang hasil 10-30 LPK, dan 6,67% pada rentang hasil >30 LPK. Dari hasil uji statistik menggunakan regresi logistik multinomial, faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kristal oksalat dalam urin adalah konsentrasi isopropanol di udara, penggunaan alat pelindung diri (masker) dan faktor usia pekerja.
Copyrights © 2016