Latar belakang : Disfagia adalah gangguan proses menelan yang dapat mengganggu keselamatan dan kecukupan nutrisi. Disfagia pada bayi terjadi 85% pada anak-anak penyandang cacat dan 5% anak-anak perkembangan biasa. Tujuan penulisan laporan kasus ini untuk mengetahui sejak dini penyebab disfagia pada bayi sehingga dapat dilakukan tatalaksana segera agar tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Laporan kasus : Dilaporkan satu kasus anak laki-laki usia 2 bulan dengan disfagia fase orofaringeal e.c curiga komplikasi iatrogenik dan perilaku. Hasil pemeriksaan Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallow (FEES) didapatkan kesan kelemahan otot daerah sinus piriformis sisi kiri. Pembahasan : Disfagia pada bayi dapat merugikan dan berpengaruh terhadap asupan nutrisi makanan sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyebab disfagia pada bayi yaitu prematur, kelainan neurologi, masalah maternal & perinatal, abnormalitas kongenital, gangguan pernafasan & jantung, gangguang saluran cerna, dan komplikasi iatrogenik. Diagnosis disfagia pada bayi ditegakkan dengan evaluasi klinis, instrumental alat dengan pemeriksaan Videofluoroscopic Swallowing Study (VFSS) sebagai standar emas dan Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallow (FEES) sebagai alternatif. Simpulan : Disfagia pada kasus ini termasuk disfagia fase orofaringeal dicurigai terjadi karena komplikasi iatrogenik (pemakain NGT) dengan FEES sebagai pemeriksaan penunjang.
Copyrights © 2022