Pendidikan IPA abad 21 menuntut peserta didik mampu menganalisis informasi yang diperoleh, sehingga peserta didik harus memiliki kemampuan menggali informasi yang baik. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan di MTs Ma’arif Balong kemampuan menggali informasi peserta didik masih dirasa belum baik, sehingga perlu dimaksimalkan melalui penerapan model Jigsaw dan CIRC. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan model Jigsaw dan CIRC, serta mengetahui model pembelajaran yang lebih baik terhadap kemampuan menggali informasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian quasi eksperimen, dan desain penelitian the static-group comparison design. Penelitian dilaksanakan di MTs Ma’arif Balong dengan populasi seluruh peserta didik kelas VIII. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobablity sampling dengan jenis purposive sampling. Sampel terdiri atas peserta didik kelas VIII B dan kelas VIII A. Instrumen penelitian adalah lembar observasi keterlaksanaan model Jigsaw dan CIRC, serta tes berupa soal uraian yang kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw dan CIRC termasuk dalam kategori sangat baik. P-Value sebesar 0,013 dan kurang dari 0,05, sehingga H0 ditolak. Hasil rata-rata tes peserta didik yang menggunakan model Jigsaw sebesar 82,11dan model pembelajaran CIRC sebesar 88,33. Maka dapat disimpulakn bahwa model CIRC lebih baik daripada model Jigsaw terhadap kemampuan menggali informasi peserta didik.
Copyrights © 2022