Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi (JIKAP)
Vol 2, No 5 (2018): November

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KERJA KONDUSIF BAGI GURU DI SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN 2017/2018

Putri Fara Sholihah (Universitas Sebelas Maret)
Djoko Santosa TH (Universitas Sebelas Maret)
Jumiyanto Widodo (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peranan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja kondusif bagi guru di SMA Negeri 5 Surakarta; (2) mengetahui faktor-faktor apakah yang menghambat dan solusi yang dilakukan  kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja kondusif bagi guru di SMA Negeri 5 Surakarta tahun 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru di SMA Negeri 5 Surakarta. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen dan arsip. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan (purposive sampling) dan teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik bola salju (snowball sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data-data yang diperoleh baik berupa data primer maupun sekunder adalah sebagai berikut: (1) Peranan kepala sekolah dalam menciptakan iklim kerja kondusif di SMA Negeri 5 Surakarta adalah: (a) menumbuhkan keakraban guru dengan warga sekolah yang lain, (b) memberikan reward dan punishment terhadap guru, (c) menumbuhkan rasa tanggung jawab guru terhadap tugasnya, (d) memberikan job description yang jelas, menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur), dan membuat regulasi, (e) mengendalikan konflik yang terjadi di lingkungan sekolah, (f) memberikan motivasi, (g) melibatkan guru dalam pengambilan keputusan partisipatif, (h) mengelola lingkungan fisik sekolah,  (i) memberikan informasi, (j) melakukan monitoring dan evaluasi. (2) Hambatan yang muncul yaitu: (a) adanya guru yang berkarakter dan berkepribadian kurang baik, (b) kebijakan dari pemerintah yang sering berubah dan tidak sesuai dengan kondisi sekolah, (c) gangguan dari pihak luar sekolah, (d) terdapat beberapa guru yang tidak suka dengan tugas tambahan yang diberikan oleh kepala sekolah. Solusi untuk mengatasi hambatan yang muncul ialah: (a) memberikan briefing dan pendekatan secara personal, (b) melakukan sosialisasi dan diklat, (c) rapat dan diskusi dewan sekolah dengan pihak luar, (d) pendekatan secara personal, memotivasi, dan meningkatkan rasa sadar atas tanggung jawab bersama.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JIKAP

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

JIKAP (Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) berisi artikel tentang hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang bidang komunikasi, administrasi perkantoran dan ...