AbstrakSusu merupakan nutrisi tambahan yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan akan susu terus meningkat. Susu yang sering dikonsumsi oleh manusia sebagian besar berasal dari susu sapi. Hasil olahan dari susu sapi diantaranya keju. Keju dihasilkan dari hasil pemisahan antara whey dan curd melalui proses fermentasi. Proses ini melibatkan aktivitas mikroba yang berlangsung secara aerob dan anaerob. Pembuatan keju melibatkan proses penggumpalan susu dengan bantuan enzim rennet. Enzim rennet tergolong sukar untuk didapatkan dan harganya relatif mahal. Sehingga diperlukan pengganti dari enzim tersebut dalam proses penggumpalan susu. Ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) dapat digunakan dalam proses penggumpalan susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak buah ceremai ((Phyllanthus Acidus) yang optimal berpengaruh terhadap proses penggumpalan susu sapi jenis FH (Friesh Holland) dalam pembuatan keju dilihat dari waktu penggumpalannya. Ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) diperoleh dengan cara menghancurkannya dengan menggunakan blender sampai halus, kemudian dituangkan ke dalam saringan dan diperas untuk mendapatkan cairannya (ekstrak). Ekstrak ini digunakan untuk 5 perlakuan dengan variasi konsentrasinya 50%, 60%, 70%, 80%,dan 90%. dengan 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi ekstrak buah ceremai 90% menghasilkan waktu penggumpalan yang optimal dengan rata-rata waktu penggumpalannya 5,4 menit. Berdasarkan fakta tersebut menunjukkan bahwa ekstrak buah ceremai (Phyllanthus Acidus) berpengaruh terhadap waktu penggumpalan susu sapi dalam pembuatan keju sehingga dapat dijadikan bahan alternatif pengganti enzim rennet dalam pembuatan keju dari susu sapi. Kata-kata kunci: konsentrasi, ekstrak buah ceremai, susu sapi.
Copyrights © 2019