Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model problem based learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperimental design) dengan rancangan peneltian Non Equivalent Control Gruop Design. Populasi peneltian adalah siswa kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau pada semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh kelas Va. Sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 25 orang siswa dan Vb sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA meliputi aspek kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar untuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 3,0790 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikan 5%) = 2,00. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen 81,0928 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 71,5183. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problrm Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau Tahun Ajaran 2021/2022.
Copyrights © 2022