Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPA Yuhana; M. Ashif Barkia; Nurma Kurnia; Syarnubi Syarnubi
PAI RAFAH Vol 6 No 1 (2024): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jbxgbs82

Abstract

One of the competencies that must be possessed is the ability to think critically and problem solve. For this reason, critical thinking skills are very important to develop seeing from the low science achievement of students in Indonesia. The problem that often occurs in learning is that teachers do not provide opportunities for students to actively develop critical thinking skills. The method used is library research, which is a research approach related to collecting and analyzing information from various published sources. The data analysis technique used is qualitative descriptive analysis technique. With a qualitative approach, the researcher intends to describe how the cooperative learning model works. After that, the researcher revealed the results of the review by describing the results of the research by telling the actual situation. This class action research was conducted at SDN 14 Selat Penuguan by using three cycles to achieve research objectives, each cycle was carried out in three meetings. Research using this cooperative learning model from the ability to think critically cycle I, cycle II, cycle III has increased. critical thinking is an intellectual thinking process that involves analysis, evaluation, and assessment of information and argumentation. Critical thinking also includes the ability to identify weaknesses and strengths in arguments, compare perspectives, which is one way to improve critical thinking by using cooperative learning methods.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 25 LUBUKLINGGAU Yuhana
Linggau Journal of Elementary School Education Vol. 2 No. 3 (2022): Linggau Journal of Elementary School Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.065 KB) | DOI: 10.55526/ljese.v2i3.328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model problem based learning (PBL) pada siswa kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperimental design) dengan rancangan peneltian Non Equivalent Control Gruop Design. Populasi peneltian adalah siswa kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau pada semester genap Tahun Pelajaran 2021/2022. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh kelas Va. Sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 25 orang siswa dan Vb sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA meliputi aspek kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar untuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 3,0790 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikan 5%) = 2,00. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen 81,0928 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 71,5183. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problrm Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 25 Lubuklinggau Tahun Ajaran 2021/2022.
Persepsi Masyarakat Desa Tumbang Habangoi Terhadap Peran LPHD Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial-ekonomi Berkelanjutan Jorniko; Yuhana; Ida Bagus Suryanatha; Saputra Adiwijaya; Adis Extrada
Jurnal Ilmu Politik dan Studi Sosial Terapan Vol 4 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Polstac Repositori Riset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengubah cara pandang terhadap perhutanan sosial dengan menyoroti perspektif masyarakat Desa Tumbang Habangoi di Kalimantan Tengah tentang Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) sebagai pendorong kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan penambangan emas ilegal. Dengan metode Most Significant Change (MSC) yang inovatif melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan observasi, studi ini mengumpulkan kisah transformasi dari 33 responden yang beragam, termasuk tokoh adat, perempuan, dan pemuda, yang mengungkapkan bahwa 79% di antaranya merasakan manfaat ekonomi signifikan dari KUPS rotan, sembari melestarikan hutan lebat dan nilai budaya Handep Hapakat. Temuan inovatif ini menekankan ambivalensi penting di mana LPHD berhasil dalam konservasi lingkungan dan menyediakan pendapatan stabil dari hasil hutan non-kayu, serta mengurangi pembakaran liar dan memulihkan vegetasi. Namun, tantangan muncul dari rendahnya transparansi, praktik nepotisme, dan partisipasi yang tidak merata. Dengan 59% masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan, penelitian ini mencoba menggambarkan perbedaan antara penggunaan rotan berkelanjutan dan risiko dari mandulang emas.