JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research
Vol 7, No 3 (2022)

Karakterisasi Cocrystal Glibenklamida Dengan Variasi Pelarut dan Uji Stabilitas Termal

Anang Kuncoro Rachmad Setiawan (Program Studi S2 Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, JL. Letjen. Sutoyo, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57127.)
Iswandi Iswandi (Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, JL. Letjen. Sutoyo, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57127.)
Dian Marlina (Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi, JL. Letjen. Sutoyo, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 57127.)



Article Info

Publish Date
15 Nov 2022

Abstract

Glibenklamida termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yaitu kelarutannya rendah. Kelarutan dapat ditingkatkan dengan dengan mengubah glibenklamida menjadi bentuk cocrystal. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik kristal dan pengaruh termal terhadap cocrystal glibenklamida yang dibuat dengan variasi pelarut aceton, etanol dan pelarut acetonitril-aceton, dan untuk mengetahui peningkatan kelarutan cocrystal glibenklamida. Cofomer yang digunakan asam oksalat dalam perbandingan equivalensi molar 1:1 dibuat dengan metode solvent evaporasi, menggunakan variasi pelarut aceton (F1), etanol (F2) dan pelarut campuran acetonitril-aceton (F3). Karakteristik cocrystal menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), X-ray diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared (FTIR), Differential Thermal Analysis (DTA), Differential Scanning Calorimetry (DSC), Thermal Gravimetric Analysis (TGA) dan uji kelarutan. Hasil penelitian cocrystal yang dibuat dengan variasi pelarut aceton (F1), etanol (F2) dan pelarut campuran acetonitril-aceton (F3) pada difraktogram XRD memiliki intensitas kristalisasi sudut 2θ: (F1) 5230,55; (F2) 4115,12 dan (F3)3404,17. Hasil spektra FTIR cocrystal pada gugus NH (F1) 3398,72 cm-1 (F2) 3381,36 (F3) 3404,51, pada gugus C=O (F1)1641,42 cm-1; (F2) 1433,17 cm-1; (F3) 1437,64 cm-1. Analisis termal DTA menunjukan titik leleh pada suhu 141-169,90C. Nilai entalpi (ΔH) dari DSC glibenklamida murni -38,0044 J/g; (F1) -12,14874 J/g; (F2) -38,8612 J/g; (F3) -5,8400 J/g. Hasil uji kelarutan terjadi peningkatan pada F1 6,75-12,65%, F2 7,40-12,52% dan F3 5,46-10,75%. Kesimpulan dari penelitian ini, cocrystal glibenklamida yang dibuat dengan variasi pelarut F1, F2 dan F3 memiliki perbedaan karakteristik kristal dan karakteristik terhadap pengaruh termal, cocrystal yang dibuat dengan pelarut aceton mempunyai peningkatan kelarutan yang paling tinggi sebesar 12,65 % pada medium pelarut dapar pH 4,5.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jpscr

Publisher

Subject

Environmental Science Public Health

Description

Journal of Pharmaceutical Science And Clinical Research (e-ISSN 2503-331x) offers a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to pharmaceutical science and clinical research. Scientific articles dealing with natural ...