Heat exchanger adalah peralatan yang digunakan dalam proses perpindahan panas antara fluida dingin dan panas yang memiliki perbedaan temperatur tanpa terjadi proses perpindahan massa di dalamnya. Permasalahan yang ada pada alat heat exchanger berupa pembentukan fouling yang dapat dipengaruhi oleh kondisi operasi yaitu temperatur fluida. Pembentukan fouling pada alat heat exchanger dapat menurunkan efisiensi kerja dari alat ini. Dalam laporan ini, dilakukan evaluasi kinerja heat exchanger E-401 pada Unit PE-3 PT. Lotte Chemical Titan Nusantara untuk mengetahui pengaruh dari gangguan pembentukan fouling terhadap kinerja dari heat exchanger E-401. Evaluasi kinerja heat exchanger E-401 diselesaikan dengan metode perhitungan Kern yang menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Penelitian ini mengambil data operasional heat exchanger E-401 dalam rentang periode Agustus hingga Desember 2021 dengan tingkat efisiensi aktual sebesar 64.07%; 47.15%; 63.53%; 66.08%; 73.23%. Nilai fouling factor hasil perhitungan data aktual sebesar 0.0002 m2hOC/kcal. Heat exchanger E-401 memenuhi tingkat efisiensi desain jika mencapai angka 74.5827% dan nilai fouling factor desain sebesar 0.0007 m2hOC/kcal. Untuk itu, perlu dilakukan optimasi desain heat exchanger agar meningkatkan efisiensi kinerja alat.Kata Kunci: Heat Exchanger, Fouling Factor, Efisiensi
Copyrights © 2022