Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh tegangan pada pengolahan synthetic oily wastewater dengan metode electro-adsorption menggunakan karbon aktif dan elektroda aluminium Lia Cundari; Bazlina D. Afrah; Suci Dwijayanti; Luthfiyah A. Sayyidah; Althaf Taufiqurrahman; Aldi Ramadhani; Alvina Suryadinata
Jurnal Teknik Kimia Vol 27 No 1 (2021): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v27i1.8

Abstract

Larutan berminyak yang dihasilkan pengilangan 0,4-1,6 kali jumlah produksi minyak, dengan kadar minyak dan chemical oxygen demand (COD) masing-masing 100-300 mg/L dan 850-1020 mg/L. Komponen minyak dalam limbah dapat menghambat ekosistem perairan, mulai dari pertumbuhannya, fisiologi, dan reproduksi. Elektro-adsorpsi merupakan teknologi pemisahan hybrid untuk pemurnian dan desalinasi air dengan mengkombinasikan metode elektrolisis dan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi karbon aktif sebelum dan sesudah proses elektro-adsorpsi dan untuk mengetahui pengaruh tegangan pada pengolahan larutan berminyak ditinjau dari nilai COD dan konsentrasi minyak-lemak. Karakteristik karbon aktif dilihat melalui scanning electron microscope (SEM) dan fourier transform infra red (FTIR). Elektro-adsorpsi dilakukan menggunakan adsorben karbon aktif komersial dan elektroda aluminium, dengan memvariasikan tegangan (0, 5, 10, 15 V) dan waktu (5, 10, 15, 20, 25 menit). Larutan berminyak sintetik dibuat dengan mencampurkan 1 g biosolar (B30) dengan 1 liter air Sungai Musi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektro-adsorpsi efektif digunakan pada pengolahan larutan berminyak sintetik. Hasil analisa SEM karbon aktif sebelum dan sesudah proses elektrolisis adsorpsi menunjukkan distribusi pori-pori tidak beraturan dan banyak pengotor di sekitar pori-pori karbon aktif. Diamater pori-pori rata-rata setelah proses elektrolisis adsorpsi sebesar 2,54 μm dari 2,58 μm. Hasil Analisa FTIR karbon aktif setelah proses menunjukkan terbentuknya puncak gelombang yang menandakan adanya gugus fungsi yang menjadi karakteristik dari biosolar yang teradsorpsi ke dalam karbon aktif. Penurunan kadar COD dan konsentrasi minyak-lemak paling tinggi masing-masing 40,21% pada 5 V selama 5 menit dan 95,25% pada 15 V selama 10 menit.
Pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di desa burai Lia Cundari; Susila Arita; Leily Nurul Komariah; Tuty Emilia Agustina; David Bahrin
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 1 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i1.13

Abstract

Sampah merupakan material sisa dari suatu proses yang memiliki dampak bahaya untuk lingkungan dan kesehatan. Solusi dari dampak tersebut adalah penanggulangan sampah dengan perancangan dan pembuatan alat, serta pelatihan dan pendampingan yang berhubungan dengan pengolahan sampah. Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat bagi warga Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dimana sampah organik diubah menjadi pupuk kompos. Proses pembuatan pupuk kompos dilakukan dengan 3 tipe yaitu, kompos celup, kompos padat-cair, dan kompos padat. Kapasitas sampah organik yang diolah sebanyak 8 kg dan proses berlangsung selama 20-40 hari. Kompos cair yang dihasilkan dari proses celup sebanyak 4,5 Liter. Untuk komposter padat-cair telah dihasilkan kompos cair sebanyak 1,8 liter, kompos padatnya sebanyak 2,1 kg. Untuk komposter padat, dihasilkan kompos padat sebanyak 2,6 kg. Tingkat pengetahuan warga terhadap pengelolaan sampah secara umum masih relatif kecil, secara rata-rata hanya 48%. Hal ini dipengaruhi oleh pendidikan warga yang tingkat dasar (SD) mencapai 48%. Untuk pengalaman warga dalam mengelola sampah sudah cukup baik, yaitu sebanyak 53%. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga sudah baik, yaitu sebanyak 71% menyatakan setuju atas upaya pengelolaan sampah. Dengan tingkat persepsi yang tinggi tersebut tidak mendorong tingginya tingkat partisipasi warga terhadap pengelolaan sampah. Sebanyak 41-57% warga tidak pernah berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.
Pengaruh waktu pemeliharaan (cleaning) terhadap kinerja cooler pada unit penyulingan minyak mentah Habil Majid Wirawan; Friskha Hanifah Sakinah; Lia Cundari
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 2 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i2.28

Abstract

Minyak bumi merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia sehingga proses refinery dalam industri perminyakan memiliki peran yang sangat penting. Hal tersebut dikarenakan proses refinery berperan dalam penyediaan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan negara dari berbagai aspek kehidupan mulai dari kebutuhan konsumsi masyarakat maupun industri lainnya. Crude distiller merupakan unit proses primer yang berfungsi memisahkan minyak mentah menjadi fraksi-fraksinya secara penyulingan atau distilasi biasa pada tekanan atmosfer.Bahan baku yang diolah di crude distiller II adalah crude oil dari SPD, Jene, Tap, dan Ramba serta crude oil ex kapal dari Ketapa, Duri, dan SLC akan membentuk produk gas, crude buthane, naphta, SR tops, LCT, LKD, dan residu. Cooler yang digunakan pada Crude Distiller Unit II (CDU II) perusahaan minyak dan gas merupakan panas yang ditukar dengan tipe tube and shell. Tingkat kekotoran dari fluida yang digunakan pada cooler lama kelamaan akan menghambat kinerja cooler dan menyebabkan cooler harus dibersihkan dalam kurun waktu tertentu maka kinerja cooler dalam mentransfer panas dapat maksimal dan menaikkan efisiensi alat. Penurunan kinerja cooler tersebut dikarenakan nilai fouling factor dan tipe air pendingin yang digunakan tidaklah sesuai. Pada artikel ini akan dibahas dan dibandingkan factor-faktor menjadi faktor penyebab rendahnya kinerja cooler untuk mendapatkan waktu operasi cooler yang optimal. Dengan menggunakan perbandingan data aktual dengan desain maka didapatkan jadwal cleaning39 bulan atau 3,25 tahun terhitung sejak tahap pemeliharaan sebelumnya yang berarti bahwa cooler yang digunakan masih dalam kondisi yang baik dan mampu bekerja secara optimal.
Review: penjernihan minyak goreng bekas menggunakan berbagai jenis adsorben alami Untung Waluyo; Aldi Ramadhani; Alvina Suryadinata; Lia Cundari
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 2 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i2.85

Abstract

Minyak goreng yang digunakan secara berulang pada temperatur tinggi akan menyebabkan penurunan mutu dan nilai gizi pada makanan yang digoreng. Penggunaan minyak secara berulang akan berdampak buruk bagi kesehatan. Perbaikan kualitas minyak goreng dapat dilakukan dengan pemurnian menggunakan sejumlah adsorben. Mahalnya harga adsorben kimia membuat para peneliti mengembangkan adsorben alami yang berasal dari limbah pertanian. Limbah pertanian diolah menjadi serbuk karbon dan diaktivasi dengan aktivator. Semakin kecil ukuran adsorben, maka daya serap adsorben menjadi lebih tinggi. Semakin banyak massa adsorben yang digunakan, maka akan semakin efektif kemampuan adsorben dalam menurunkan bilangan peroksida. Adsorben juga dapat menurunkan kadar asam lemak bebas, kadar air, trigliserida, dan bilangan asam. Beberapa limbah pertanian yang memiliki potensi sebagai adsorben diantaranya bentonit, mengkudu, pati aren, dan biji alpukat, dan adsorben dalam bentuk karbon aktif dari tempurung kelapa, tandan kosong kelapa sawit, dan kulit sukun. Bahan lain yang dapat digunakan yaitu arang aktif dari kulit pisang kepok, biji kelor, biji salak, dan ampas tebu. Kapasitas adsorpsi dari beberapa jenis adsorben berbeda-beda bergantung pada struktur, konsentrasi adsorbat, jumlah adsorben, tingkat keasaman, kondisi operasi, dan waktu kontak.
Rancang bangun alat produksi asap cair dengan metode pirolisis menggunakan software fusion 360 Bazlina D. Afrah; Muhammad I. Riady; Lia Cundari; Muhammad A. Rizan; Agung D. Aryansyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 3 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i3.103

Abstract

Metode pirolisis adalah proses terjadinya pemanasan bahan baku di dalam reaktor yang menyebabkan terbentuk asap dan melewati media pendingin sehingga berubah fase menjadi cair atau disebut sebagai asap cair. Perancangan alat menggunakan software Fusion 360, dimana data mechanical drawing hasil dari software tersebut digunakan sebagai dasar untuk fabrikasi rangkaian alat sehingga didapatkan hasil yang maksimal dari proses pirolisis baik secara kuantitas dan kualitas asap cair sebagai produk. Software Fusion 360 dipilih didasari karena kemampuan yang lebih lengkap, dimana hasil desain alat yang mirip dengan alat sebenarnya dan dapat digunakan untuk menjalankan simulasi proses. Langkah awal penggunaan Software Fusion 360 dimulai dengan desain bagian drum pembakaran reaktor, kemudian desain reaktor pirolisis, pipa, dan radiator. Volume produk asap cair yang didapat mencapai lebih dari 5 kali lipat dari alat sebelumnya yang menggunakan metode pembakaran langsung dengan media pendingin berupa kondensor dari lilitan tembaga pada kondisi terbuka. Hal ini menunjukkan alat hasil rancangan lebih efektif dengan variabel jenis dan jumlah bahan baku serta waktu pengamatan yang sama. Pengujian kualitas asap cair dilakukan dengan mengukur densitas, pH dan rendemen. Densitas, pH, dan rendemen asap cair kayu karet basah dan kayu karet kering sebagai bahan baku secara berturut-turut adalah 0,996 gr/ml, 3,26, dan 54 % serta 1,02025 gr/ml, 3,14, dan 32 %. Asap cair dari kayu karet kering memiliki hasil yang lebih baik dengan semua variabel pengujian memenuhi standar kualitas asap cair.
Model adsorpsi pada larutan pewarna sintetik direct secara kontinyu: pengaruh konsentrasi zat warna Lia Cundari; Leonardo R. Ginting; Teddy Suryadinata; uthfiyah A. Sayyidah; Althaf Taufiqurrahman; R. Rosalina
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 2 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i2.458

Abstract

Air limbah dari produksi kain Jumputan yang menggunakan pewarna sintetik berbahaya bagi lingkungan. Limbah cair tersebut dapat diolah dengan menggunakan karbon aktif berbahan baku biji pinang hias (Cyrtostachys lakka). Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan proses karbonisasi pada suhu 500oC, diaktifkan menggunakan larutan HCl 0,5 M, dan diperkecil ukurannya hingga 60 mesh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi awal umpan terhadap waktu jenuh dan persen zat warna terserap, dan untuk menentukan performa kolom adsorpsi yang dioperasikan secara kontinyu berdasarkan analisa kurva breakthrough dari model kinetika adsorpsi. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thomas, Yoon-Nelson, dan Adam-Bohart. Penelitian dilakukan pada kolom adsorpsi fixed-bed terbuat dari pipa PVC dengan dimensi berupa tinggi 60 cm, diameter 5 cm, tinggi bed 15 cm. Limbah cair yang digunakan berupa larutan pewarna sintetik menggunakan pewarna direct dengan perbandingan antara pewarna, air, dan asam asetat adalah 16,2 gr: 20 l: 10 ml. Larutan pewarna ini diumpankan dari bagian atas kolom dengan laju alir 10 ml/menit. Variasi pada penelitian ini adalah konsentrasi awal larutan pewarna yaitu 500, 1000, 1500, dan 2000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin pekat konsentrasi awal limbah cair maka kolom akan lebih cepat jenuh tetapi zat warna yang berhasil diserap akan semakin banyak. Model kinetika Thomas dan Yoon-Nelson dapat memprediksi kurva breakthrough untuk semua variabel konsentrasi pewarna dengan nilai regresi 0,910-0,955 dan nilai error (SS) 0,009-0,297, sedangkan untuk model Adam-Bohart hanya dapat memprediksi kurva breakthrough untuk konsentrasi 2000 ppm.
Pengaruh penambahan asam borat (H3BO3) pada larutan Na2CO3 terhadap absorbsi CO2 dalam biogas Menggunakan spray column Lia Cundari; Selpiana Selpiana; Bobby Redian; Achmad Zaidan
Jurnal Teknik Kimia Vol 21 No 1 (2015): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas merupakan energi alternatif yang bersifat renewable karena berasal dari makhluk hidup, terbuat dari berbagai macam bahan organik yang biasanya berupa sampah atau limbah. Penggunaan biogas sebagai energi alternatif baru sebatas energi untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar dalam rumah tangga dan belum digunakan sebagai sumber energi primer. Hal ini disebabkan biogas masih mengandung CO2 dalam kadar yang tinggi sehingga pembakarannnya kurang maksimal. Kadar CO2 yang terkandung dalam biogas diturunkan dengan mengabsorbsi menggunakan larutan Na2CO3 dengan promotor asam borat. Penggunaan asam borat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan absorbsi CO2 pada larutan Na2CO3. Variabel pada penelitian ini adalah konsentrasi asam borat yang ditambahkan ke dalam larutan Na2CO3 (1, 2, 3, 4, 5 % berat asam borat). Absorbsi CO2 dilakukan dengan mengumpankan campuran Na2CO3 dan asam borat dengan biogas secara countercurrent. Gas yang keluar pada bagian atas kolom ditampung dan dianalisa kandungan CO2 serta kandungan gas lainnya dengan Orsat Analysis dan Gas Chromatograph. Konsentrasi optimum dalam penambahan asam borat sebesar 3%, dimana gas CO2 terabsorb sebesar 67,81%. Dengan penambahan asam borat ke dalam larutan Na2CO3 laju absorpsi meningkat 2,4 kali.
Pengaruh waktu kontak dan kecepatan pengadukan terhadap recovery aluminium pada asidifikasi sludge keluaran water treatment Lia Cundari; Endang Supriyatna; Hadi Samhudi
Jurnal Teknik Kimia Vol 22 No 2 (2016): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses asidifikasi sebagai teknologi pengurangan dan pemanfaatan lumpur keluaran unit pengolahan air sudah cukup lama dikenal. Asidifikasi dilakukan dengan menambahkan asam pada lumpur hingga mencapai pH 2. Tujuan dari asidifikasi ini adalah untuk melarutkan kembali logam Aluminium yang terkandung dalam lumpur keluaran unit clarifier di water treatment plant. Asidifikasi akan mengurangi jumlah kandungan Aluminium yang dibuang ke lingkungan. Asidifikasi juga akan menghasilkan senyawa aluminium sulfat yang dapat dimanfaatkan kembali pada unit clarifier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak dan kecepatan pengadukan terhadap recovery aluminium pada asidifikasi lumpur keluaran unit pengolahan air PT PUSRI Palembang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu kontak asidifikasi yaitu 15, 30, 45, 60 menit dan kecepatan pengadukan yaitu 200, 400, 600, 800, dan 1000 rpm. Analisa penelitian ini dilakukan dengan membandingkan jumlah Aluminium terlarut dari total kandungan Aluminium pada lumpur. Hasil dari penelitian ini berupa recovery optimum dari aluminium yaitu sebesar 29,12 % didapatkan pada waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengadukan 600 rpm.
THE EFFECT OF ADSORBENT TYPE AND RATIO ON REMOVAL AND ISOTHERM ADSORPTION OF METHYLENE BLUE Lia Cundari; Eki Saputra; Agus Suranto; Yandriani Yandriani; Rosalina Rosalina
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 21, No 3: APRIL 2020
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2020.21.3.5900

Abstract

THE EFFECT OF ADSORBENT TYPE AND RATIO ON REMOVAL AND ISOTHERM ADSORPTION OF METHYLENE BLUE. Methylene Blue (MB) is one of the dye that are widely used in the textile industry. The wastewater from textile industry that contain MB can reduce the oxygen level in water bodies. This study aims to determine the efficiency of the adsorbent in MB removal and to analyze the isotherm adsorption. The variations conducted in this research was the type of adsorbent and its ratio. The activated carbon that used as adsorbent was fresh betel nut (Cyrtostachys lakka) activated carbon (A), regenerated betel nut activated carbon (B), and coconut shell activated carbon (Cocos nucifera) (C). The type of adsorbent was AB, AC, and BC with ratio of 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, and 3:1. The MB concentration was analyzed by using UV-Vis spectrophotometer. Isotherm adsorption was calculated based on Freundlich and Langmuir. The best results showed that the combination of fresh and regenerated betel nuts (AB) with ratio of 3:1 can remove 97.77% of MB. The adsorption process of MB in aqueous solution followed the Langmuir model with regression over 0.99 and adsorption capacity in the range of 2.14 mg/g - 3.53 mg/g.
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP SIFAT FISIK CAIRAN HASIL PROSES PERENGKAHAN LIMBAH PLASTIK JENIS EXPANDED POLYSTYRENE Selpiana Selpiana; Prahady Susmanto; Lia Cundari; Rizka Wulandari Putri; Omar Ibrahim; Dedek Oktari
Jurnal Dinamika Penelitian Industri Vol 30, No 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENELITIAN INDUSTRI
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28959/jdpi.v30i2.5592

Abstract

Penggunaan plastik di masyarakat semakin meningkat karena plastik memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat digunaakan dalam waktu lama, tidak menyerap air, strukturnya ringan dan tidak mudah bocor. Hal tersebut disebabkan oleh plastik  memiliki kerapatan molekul yang tinggi. Penggunaan plastik yang tinggi ini mengakibatkan dampak lingkungan dan kesehatan karena plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai secara alami sehingga mengakibatkan penumpukan produksi sampah plastik. Perengkahan limbah plastik dengan bantuan katalis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatif limbah plastik. Pada penelitian ini digunakan Cu-Al2O3sebagai katalis dengan variasi temperatur mulai dari 150 oC hingga 300 oC dan variasi waktu perengkahan mulai dari 30 menit hingga 180 menit. Produk cair dari proses perengkahan ini dilakukan analisa viskositas dan densitas untuk mengidentifikasi sifat fisiknya. Nilai viskositas terbaik yaitu 0,9971 mm2/s diperoleh pada temperatur 250 oC dan waktu perengkahan 150 menit. Sedangkan untuk nilai densitas terbaik yaitu 6,29 lb/gal diperoleh pada temperatur 250 oC dan waktu 120 menit. 
Co-Authors Achmad Naufal Al Ghifary Achmad Zaidan Ade Tiara Afrah, B. Dawami Agung D. Aryansyah Agung Gunawan Agus Suranto Al-Faiz, Ahmad Haris Aldi Ramadhani Alfatih, Muhammad Ma'ruf Alisan, Cinthya Putri Alna Livia Fanneza Althaf Taufiqurrahman Alvina Suryadinata Amanda Nabila Hasya Andini, Handalia Putri Annafi, Muhammad Ariva, Helmi Asha Aisha Julian Asnari, Muhammad Asyeni Miftahul Jannah Azhari, M. Thohir Bazlina Dawami Afrah Bobby Redian David Bahrin Dedek Oktari Dwi Anggraini Dwi Budi Santoso Dyos Santoso Eki Saputra Endang Supriyatna Fachry Abda El Rahman Fahmi Nurusman Faisal Akbar Adin Farid Hayu Kurniawan Fitri Hadiah Fitri, Rizza Fadillah Friskha Hanifah Sakinah Gayatri, Rianyza Guluh Fauziah Marintika Habil Majid Wirawan Hadi Samhudi Herani, Lingga Putri Ihsan Riyadi, Muhammad Ilmiaty, R. Silvia Indahsari, Siti Rachmi Januari, Ristian Julian, Asha Aisha Kha-Rizma Yudia Zannah Larasati, Wulan Ayum Leily Nurul Komariah Leonardo R. Ginting Luthfiyah A. Sayyidah M Ihsan Riady Muhammad A. Rizan Muhammad Alik Aziz Muhammad Ardian Muhammad Radhiy Sukandar Nanda Citra Arisma Novia Sumardi Nucke Aurelia Oktarinasari, Eva Omar Ibrahim Patrick Rudy Meizakh Perdana. Ts, Redho Putri, Anisyah Kamila R. Rosalina Rahmadian, M. Rafly Rahmadian, Muhammad R Ramadhanty, Rizky Vasya Riady, M.I. Ripaldi, Alif Rizka Wulandari Putri Rizki, Fadhilah Rosalina Rosalina RR. Ella Evrita Hestiandari Selpiana, Selpiana Shailendra, F. Habib Sinta, Eis Candra Suci Dwijayanti Suhendra, Ahmad Adi Susila Arita Susmanto, Prahady Teddy Suryadinata Tubagus Riadz Tuti Indah Sari, Tuti Indah Tuty Emilia Agustina Untung Waluyo uthfiyah A. Sayyidah wahyuningsih, dwi retno Winandyo Mangkoto Wulan Ayum Larasati Yandriani Yandriani Zalman, Arjun