Setiap siswa juga pasti pernah merasa cemas, dan hal yang dirasakan ini adalah hal yang normal, jika dialami apabila sedang dirundung masalah. Dalam upaya untuk mengetahui apakah siswa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama dengan cara mengenai gejala beserta faktor yang melatarbelakangi kecemasnnya. Guru BK di haruskan menguasai model teknik konseling tertentu untuk dapat menangani dan menurunkan tingkat kecemasan yang dialami siswa. Permasalahan mitra yang dalam kegiatan pengabdian ini dirinci sebagai berikut: (1) Kurangnya wawasan guru BK dalam teknik konseling desensitisasi sistematis secara mutlak untuk membantu mengurangi kecemasan siswa; (2) Kurangnya kemampuan guru BK dalam melakukan teknik desensitisasi sistematis dalam proses konseling secara penuh untuk membantu mengurangi kecemasan siswa. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam kegiatan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 38 orang guru BK Kab. Batola dengan 24 instansi yang berbeda. Hasil kegiatan pelatihan Teknik Desensitisasi Sistematis benar dapat membantu Guru BK (MGBK) Kab. Batola dalam mengurangi Kecemasan Siswa terjadi peningkatan tingkat Keterampilan Teknik Desensitisasi Sistematis menjadi tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis pretest kategori tinggi terdapat 4 orang guru BK dengan skor 16. Kategori sedang terdapat 28 orang guru BK dengan skor 8 hingga 13. Kategori rendah terdapat 6 orang guru BK dengan skor 4 hingga 6. Dan Hasil analisis post test kategori tinggi terdapat 16 orang guru BK dengan skor 15 hingga 16. Kategori sedang terdapat 19 orang guru BK dengan skor 12 hingga 14. Kategori rendah terdapat 3 orang guru BK dengan skor 8 hingga 11.Kata kunci : Desensitisasi sistematis, kecemasan
Copyrights © 2022