Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP UNTUK MEMBANTU MENGURANGI KECEMASAN SISWA DI LINGKUNGAN LAHAN RAWA KABUPATEN BARITO KUALA Ainun Heiriyah; Sri Ayatina Hayati; Sabit Tohari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7412

Abstract

Setiap siswa juga pasti pernah merasa cemas, dan hal yang dirasakan ini adalah hal yang normal, jika dialami apabila sedang dirundung masalah. Dalam upaya untuk mengetahui apakah siswa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama dengan cara mengenai gejala beserta faktor yang melatarbelakangi kecemasnnya. Guru BK di haruskan menguasai model teknik konseling tertentu untuk dapat menangani dan menurunkan tingkat kecemasan yang dialami siswa. Permasalahan mitra yang dalam  kegiatan pengabdian ini dirinci sebagai berikut: (1) Kurangnya wawasan guru BK dalam teknik konseling desensitisasi sistematis secara mutlak untuk membantu mengurangi kecemasan siswa; (2) Kurangnya kemampuan guru BK dalam melakukan teknik desensitisasi sistematis dalam proses konseling secara penuh untuk membantu mengurangi kecemasan siswa. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam kegiatan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 38 orang guru BK Kab. Batola dengan 24 instansi yang berbeda. Hasil kegiatan pelatihan Teknik Desensitisasi Sistematis benar dapat membantu Guru BK (MGBK) Kab. Batola dalam mengurangi Kecemasan Siswa terjadi peningkatan tingkat Keterampilan Teknik Desensitisasi Sistematis menjadi tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis pretest kategori tinggi terdapat 4 orang guru BK dengan skor 16. Kategori sedang terdapat 28 orang guru BK dengan skor 8 hingga 13. Kategori rendah terdapat 6 orang guru BK dengan skor 4 hingga 6. Dan Hasil analisis post test kategori tinggi terdapat 16 orang guru BK dengan skor 15 hingga 16. Kategori sedang terdapat 19 orang guru BK dengan skor 12 hingga 14. Kategori rendah terdapat 3 orang guru BK dengan skor 8 hingga 11.Kata kunci : Desensitisasi sistematis, kecemasan
Pelaksanaan Layanan Bimbingan Belajar Dalam Upaya Pemahaman Gaya Belajar Peserta Didik Kelas Atas Di Sekolah Dasar Negeri Telawang 3 Banjarmasin: Penelitian M. Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Sabit Tohari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6084

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan belajar dalam memberikan pemahaman tentang gaya belajar siswa di kelas atas SD Negeri Telawang 3 Banjarmasin. Penelitian ini didorong oleh fakta bahwa banyak siswa belum memahami gaya belajar mereka sendiri, yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran dan prestasi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam guru kelas atas dan enam siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa layanan bimbingan belajar dilaksanakan melalui bimbingan individu dan kelompok, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi (visual, auditori, dan kinestetik), serta bantuan tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan. Melalui layanan ini, siswa mulai mengenali gaya belajar pilihan mereka dan lebih termotivasi untuk belajar secara mandiri. Dampak positif diamati pada partisipasi siswa, kepercayaan diri, dan hasil belajar. Namun, beberapa tantangan diidentifikasi, termasuk waktu terbatas, gaya belajar yang beragam dalam satu kelas, kurangnya pelatihan guru terkait teori gaya belajar, dan fasilitas sekolah yang terbatas. Kesimpulannya, layanan bimbingan belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang gaya belajar mereka dan mendukung hasil akademik yang lebih baik
Hubungan Self-Efficacy Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMKN 1 Kandangan Nur Amali Ristia; Farial; Sabit Tohari
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-efficacy, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa serta hubungan self-efficacy dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMKN 1 Kandangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 269 siswa kelas X dan sampel sebanyak 161 siswa yang ditentukan melalui random sampling dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan tiga angket skala Likert, yaitu self-efficacy sebanyak 20 butir, dukungan orang tua sebanyak 24 butir, dan motivasi belajar sebanyak 40 butir. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berada pada kategori sedang dengan mean 55,88 dan standar deviasi 5,472. Dukungan orang tua berada pada kategori sedang dengan mean 58,77 dan standar deviasi 5,749, sedangkan motivasi belajar berada pada kategori sedang dengan mean 105,24 dan standar deviasi 9,107. Secara parsial, self-efficacy berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar (t = 6,100; p < 0,05), demikian pula dukungan orang tua (t = 9,361; p < 0,05). Secara bersama-sama, kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan motivasi belajar (R = 0,758) dan menjelaskan 57,4% variasi motivasi belajar. Hasil Penelitian ini juga menegaskan pentingnya penguatan keyakinan diri siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Kata kunci: self-efficacy; dukungan orang tua; motivasi belajar; siswa SMK