Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi
Vol. 6 No. 2 (2022)

Pemberdayaan Buruh Migran Masyarakat Pesisir Kulon Progo Melalui Pemanfaatan Kelapa Menjadi Nata de Coco

Sofa Mauliyana (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Tutik Farihah (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Didik Krisdiyanto (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
12 Oct 2022

Abstract

Kelapa (Cocos nucifera) adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia dan dianggap sebagai tumbuhan serbaguna bagi masyarakat, khususnya daerah pesisir di ujung Kulonprogo. Di daerah tersebut banyak dijumpai pohon kelapa yang tumbuh namun belum pernah dibuat oleh warga pengolahan kelapa yang menghasilkan nilai ekonomis kelapa lebih meningkat. Oleh karena itu diperlukan program pelatihan dan pendampingan pembuatan nata de coco dari kelapa yang merupakan sumber daya alam melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Pelatihan tersebut dapat memberikan pengalaman bagi warga purna migran dalam berkreasi menciptakan sebuah produk rumah tangga. Harapan dilakukannya program pelatihan pembuatan nata de coco tersebut supaya dapat memberdayakan masyarakat buruh migran di Pasir Mendit, Kulonprogo, meningkatkan skill ibu rumah tangga dalam usaha menaikkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan analisis kuisioner kemanfaataan pelatihan urutan variabel adalah kemanfaatan ekonomi (4.533) dengan standard deviasi (0.74322) disusul dengan variabel keterjangkauan biaya utama (air kelapa) dengan rata-rata (4.2) dan standard deviasi (0.7745). Dua variabel terendah yakni kemudahan identifikasi kegagalan dengan rata-rata 3.133 dan standard deviasi 1.125 dan variabel kemudahan penyimpanan dengan rata-rata 3 dan standard deviasi 0.845. [Coconut (Cocos nucifera) is a plant that can be used in almost all parts by humans and is considered a versatile plant for the community, especially the coastal area at the end of Kulonprogo. In that area, there are many coconut trees that grow but have never been made by the coconut processing community which results in an increased economic value of coconuts. Therefore, it requires a training program and assistance in making nata de coco from coconut, which is an abundant natural resource that has not been fully utilized. This training can provide experience for former migrant citizens in creating a household product. The benefit of the training program for making nata de coco can empower the migrant worker community in Pasir Mendit, Kulonprogo, to improve the skills of housewives in an effort to improve community welfare. Based on the questionnaire analysis, the variable order training benefit is economic benefit (4,533) with a standard deviation (0.74322) followed by the main cost affordability variable (coconut water) with an average (4.2) and a standard deviation (0.7745). The two lowest variables were the ease of identification of failures with a mean of 3.133 and a standard deviation of 1.125 and the variable of ease of storage with a mean of 3 and a standard deviation of 0.845.]

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jbs

Publisher

Subject

Education Other

Description

Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi contains original research about the results of community service activities. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of ...