Limbah rumah makan di kawasan Pantai Blimbingsari, Desa Blimbingsari masih cukup banyak dan belum dimanfaatkan. Limbah organik rumah makan jika dibiarkan terdekomposisi secara terbuka maka dapat menyebabkan fenomena pemanasan global dan mencemari lingkungan. Maka perlu adanya upaya penyuluhan tentang bahaya limbah organik rumah makan bagi lingkungan dan pelatihan mengolah limbah tersebut secara tepat agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitarnya. Penanganan limbah organik rumah makan yang tepat dapat sekaligus memenuhi kebutuhan pupuk organik. Oleh karena itu metode atau langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kerjasama mengumpulkan limbah organik rumah makan di pantai Blimbingsari. Selanjutnya melakukan edukasi terhadap pemilik rumah makan di daerah tersebut tentang bahaya dan manfaat mengolah limbah organik. Langkah terakhir meningkatkan ketrampilan pemilik rumah makan di Pantai Blimbingsari dalam mengolah limbah organik rumah makan dengan kombinasi ekskreta ayam menjadi pupuk bokhasi. Kegiatan ini berhasil dan sukses dilakukan sesuai dengan perencanaan, terbukti para pemilik rumah makan sudah memiliki pemahaman lebih baik tentang bahaya limbah organik rumah makan bagi lingkungan, cara pengolahan limbah tersebut, dan mengetahui manfaat pupuk bokhasi bagi tanaman mereka. Para pemilik rumah makan tertarik melanjutkan keberlangsungan kegiatan pengolahan limbah organik rumah makan dalam skala besar agar dapat dijual dan menambah pendapatan
Copyrights © 2022