Penelitian ini dilakukan sehubungan dengan telah ditemukannya empat kandidat jambu unggul
pada tahun pertama yaitu Jatiwinangun, Semarang Prada, Kaget Putih, dan Asahan. Riset ini
sesuai dengan riset payung Fakultas Biologi Unsoed yaitu sebagai sentra pengembangan biologi
spesies indigenous yang mampu memecahkan permasalahan masyarakat pedesaan secara
berkelanjutan. Road map penelitian ini meliputi visi dan misi, permasalahan pada jambu
semarang [Syzygium samarangense (Bl.) Merr. & L.M. Perry] dan jambu air [S. aqueum (Burm
f.) Alston] masih kacau. Hal ini disebabkan kajian taksonomi untuk tingkat kultivar ini belum
ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk menegaskan taksa mana yang memang bersifat unggul
tetapi belum diketahui masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi untuk
menemukan lebih banyak kultivar unggul. Karakterisasi morfologis maupun molekuler
digunakan untuk menentukan mana jambu semarang dan mana yang jambu air, dan mana buah
yang berpotensi sebagai buah unggul. Kultivar jambu yang telah memiliki nama dan
diperdagangkan unmumnya stabil, sementara jambu langka umumnya belum diketahui
stabilitasnya. Dengan penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan strategi konservasi dan
pengembangan jambu unggul untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2012