Ionosfer merupakan bagian dari atmosfer yang mengandung elektron yang dikenal dengan Total Electron Content (TEC) dan berguna untuk propagasi gelombang high frequency. Nilai TEC dapat menyebabkan tunda ionosfer yang berimplikasi pada kesalahan penentuan posisi GPS. Artikel ini menganalisis variasi TEC ionosfer di daerah Kupang (10,9° LS 123°BT), menggunakan data hasil pengukuran GPS Ionospheric Scintillation and TEC Monitor (GISTM). GISTM ini berlokasi di Universitas Nusa Cendana (10,16° LS 123,67°BT), yang diinstal Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dengan elevasi 30° untuk menghindari efek multipath. Diperoleh bahwa TEC tertinggi terjadi pada bulan equinox yaitu Maret, April dan September dengan maksimum TEC tertinggi terjadi di bulan Maret (73 TECu) sedangkan nilai TEC terendah terjadi di bulan Juli (31 TECu). Selanjutnya, terjadi ketidaksimetrisan peningkatan TEC yaitu untuk bulan equinox September peningkatan VTEC (Vertical Total Electron content) tidak begitu nampak namun lebih nampak pada bulan Oktober dan November yang diduga disebabkan oleh kejadian badai geomagnet kategori sedang. Selain itu, diperoleh bahwa badai geomagnet yang terjadi tanggal 9 November 2013 dengan penurunan indeks Dst hingga -81 nT memiliki dampak terhadap variasi TEC yang ditunjukan dengan terjadinya peningkatan nilai maksimum VTEC hingga 83 TECU dengan simpangan VTEC sebesar 53,61%.
Copyrights © 2022