Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Variasi Jumlah Kandungan Elektron Ionosfer Daerah Kupang (10,9°LS 123°BT) Angelikus Olla; Asnawi Husin; Ali Warsito; Yanti Boimau
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v4i1.5284

Abstract

Ionosfer merupakan bagian dari atmosfer yang mengandung elektron yang dikenal dengan Total Electron Content (TEC) dan berguna untuk propagasi gelombang high frequency. Nilai TEC dapat menyebabkan tunda ionosfer yang berimplikasi pada kesalahan penentuan posisi GPS. Artikel ini menganalisis variasi TEC ionosfer di daerah Kupang (10,9° LS 123°BT), menggunakan data hasil pengukuran GPS Ionospheric Scintillation and TEC Monitor (GISTM). GISTM ini berlokasi di Universitas Nusa Cendana (10,16° LS 123,67°BT), yang diinstal Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dengan elevasi 30° untuk menghindari efek multipath. Diperoleh bahwa TEC tertinggi terjadi pada bulan equinox yaitu Maret, April dan September dengan maksimum TEC tertinggi terjadi di bulan Maret (73 TECu) sedangkan nilai TEC terendah terjadi di bulan Juli (31 TECu). Selanjutnya, terjadi ketidaksimetrisan peningkatan TEC yaitu untuk bulan equinox September peningkatan VTEC (Vertical Total Electron content) tidak begitu nampak namun lebih nampak pada bulan Oktober dan November yang diduga disebabkan oleh kejadian badai geomagnet kategori sedang. Selain itu, diperoleh bahwa badai geomagnet yang terjadi tanggal 9 November 2013 dengan penurunan indeks Dst hingga -81 nT memiliki dampak terhadap variasi TEC yang ditunjukan dengan terjadinya peningkatan nilai maksimum VTEC hingga 83 TECU dengan simpangan VTEC sebesar 53,61%.
RESPON IONOSFER DAERAH KUPANG (10,9˚ LS – 123˚ BT) TERHADAP BADAI GEOMAGNET BERDASARKAN ANALISIS PARAMETER JUMLAH KANDUNGAN ELEKTRON DAN INDEKS GANGGUAN GEOMAGNET Angelikus Olla; Asnawi Husin; Yanti Boimau; Fernince Ina Pote
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat respon ionosfer daerah Kupang (10,9˚ LS – 123˚ BT) terhadap badai geomagnet yang terjadi di tahun 2015 berdasarkan analisis jumlah kandungan elektron (TEC) dan indeks gangguan geomagnet (Indeks Dst). Badai geomagnet yang dianalisis dalam studi ini adalah badai geomagnet kategori kuat ((-250 < Dst ≤ -100 nT) pada bulan Maret, Juni dan Desember Tahun 2015. Data TEC yang digunakan adalah hasil pengamatan GPS Ionospheric Scintillation and TEC Monitor (GISTM) yang berlokasi di Kupang. Badai geomagnet tanggal 17 Maret 2015 dengan penurunan indeks Dst hingga -223 nT pada pukul 23.00 UT, direspon sebagai badai negatif oleh ionosfer pada tanggal 18 Maret 2015 terjadi penurunan nilai TEC hingga 21,63 TECu terhadap median TEC bulanannya. Badai geomagnet tanggal 23 Juni 2015, dengan penurunan indeks Dst hingga -198nT pada pukul 05.00 UT, direspon ionosfer sebagai badai positif. Terjadi peningkatan TEC di hari yang sama yaitu 62,81 TECu dan sehari setelahnya yakni 31,62 TECu. Badai geomagnet tanggal 20 Desember 2015, indeks Dst mengalami penurunan hingga -166nT pada pukul 23.00 UT dan terjadi respon ionosfer yang berbeda dimana nilai TEC meningkat hingga 66,04 TECu pada hari yang sama selanjutnya nilai TEC menurun hingga 8,94 TECu sehari setelahnya.
Analisis Debit, Ph dan Suhu Air Studi Kasus Desa Fatumonas Yanti Boimau; Angelikus Olla; Hilary Fridolin Lipikuni
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 2 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i2.402

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit, pH dan suhu air di Desa Fatumonas. Pengukuran debit air berguna untuk mengetahui kecukupan air sehari-hari warga desa dan antisipasi dalam kekeringan air di musim kemarau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif untuk memperoleh gambaran terhadap kualitas air pada sumber mata air (in-situ). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan kebutuhan masyarakat akan air di Desa Fatumonas sangat tercukupi, ditinjau juga pada pengukuran suhu dan pH-nya memberikan indikasi bahwa sumber air tersebut layak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Desa Fatumonas
Analisis Keradioaktifan Tanah Pertanian di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Akibat Penggunaan Pupuk Kimia Dopong, Marlince; Olla, Angelikus; Maubana, Wenti Marlensi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.466

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan radioisotop dalam sampel tanah pertanian di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian: menentukan kisaran aktivitas jenis massa kandungan radioisotop, memetakan sebaran kandungan radioisotop berdasarkan aktivitas jenis massa dan mengestimasi luas daerah yang kadar kandungan radioisotopnya cukup tinggi di lokasi penelitian. Metode utama penelitian adalah metode analisis radioaktivitas lingkungan sedangkan metode pendukung lainnya meliputi observasi/survei, sampling, analisis dan interpretasi. Proses analisis sampel tanah untuk penentuan aktivitas jenis terdiri dari: a). penumbukan/penghalusan sampel, b). pengayakan, c). pembakaran, d). penghomogenan, e). pengeringan dengan hasil berupa debu yang sangat halus, f). Pencacahan sampel, g). Penimbangan, h). Menghitung nilai aktivitas jenis. Hasil analisis kandungan radioisotop dipetakan dengan menggunakan software 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebaran kandungan radioisotop dalam sampel tanah pertanian di Desa Pukdale Kabupaten Kupang Kecamatan Kupang Timur berdasarkan aktivitas jenis berkisar dari 2.5855 x 10-5–7.387 x 10-5 µCi/gram. Berdasarkan peta kontur aktivitas jenis massa kandungan radioisotop yang terdapat dalam tanah pertanian di Pukdale tersebar merata hal ini terlihat dari sebaran kandungan radioisotop dan juga aktivitas jenis massa kandungan radioisotop.. Kontaminasi radioisotop pada lingkungan masih tergolong kontaminasi sedang untuk radiasi alpha dan beta, dan secara umum cacah radiasi radioisotop di lapangan masih berada pada batas toleransi.
Fabrikasi Studi Awal Ekstrak Klorofil Dye Moringa Oleifera dengan Perbandingan Pelarut Uji Spektrofotometer Untuk DSSC Silla, Ela; Pote, Fernince Ina; Olla, Angelikus; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.468

Abstract

Energi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia adalah energi konvensional yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan energi manusia seperti DSSC. DSSC merupakan sel surya yang menggunakan pewarna sebagai penyerap cahaya. Pewarna yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tanaman marungga yang diektraksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar nilai absorbansi, puncak gelombang dan energi gap yang dihasilkan dari ekstrak dye Moringa Oleifera NTT pada DSSC, serta untuk mengetahui apakah tanaman marungga bisa digunakan sebagai bahan untuk DSSC. Hasil uji UV-Vis menunjukan bahwa nilai absorbansi tertinggi berada pada sampel daun marungga variasi volume etanol 100 ml dengan nilai absorbansi 4.157 pada panjang gelombang 467 nm, sedangkan total kadar klorofil tertinggi berada pada variasi 50 ml dengan nilai total 63.039,7 mg/l. Sementara energi band gap tertinggi berada pada variasi volume 50 ml dengan nilai 2,50 eV. Sehingga nilai absorbansi tinggi yang dihasilkan efisien dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk DSSC.
Analisis Batuan Bawah Permukaan Pantai Kolbano Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas Yanti Boimau; Angelikus Olla; Hilari F. Lipikuni; Wenti M. Maubana; Hery Leo Sianturi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v12i02.385

Abstract

Research has been conducted on mapping subsurface rocks with resistivity geoelectric method at Kolbano Beach. The research aims to map the pattern of rock layers and identify the type of subsurface rock based on the resistivity value and determine the thickness of the rock layers in the study area. Data processing using Res2dinv software. The method used is the schlumberger configuration geoelectric method. The interpretation results show that the rock layer pattern for 4 passes with a track length of 400 meters with variations in resistivity values ranging from 359 Wm -187,433 Wm, 38.5 Wm -8,450 Wm, 133 Wm -17,607 Wm, and 53.7 Wm -63,032 Wm. The identified rocks are aluvium rocks with a resistivity value of 38.5 Wm -800 Wm and limestone rocks with a resistivity value of 801 Wm -187,433 Wm with a thickness of 5.5 m-73.8 m for aluvium rocks and 0 m-73.8 m for gamping rocks, respectively. Based on the rock resistivity value in the research area, the coloured rock which is the mining material in Kolbano Village is classified as an aluvium rock type.   Keywords: Schlumberger, Kolbano, Resistivity, color stone