Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Identifikasi Air Tanah di Daerah Pesisir Pantai Kolbano Yanti Boimau; Anastasia Kadek Dety Lestari
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.923 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.262-266.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi air tanah di wilayah pesisir Kolbano yang bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kedalaman air tanah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger. Data yang diperoleh di lokasi penelitian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas batuan di lapangan. Hasil inversi menunjukkan nilai resistivitas batuan terukur pada 3 lintasan yaitu 17,1-27,626 Ωm. Berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh, diasumsikan terdapat 3 jenis lapisan batuan di lapangan, yaitu lempung dengan resistivitas (10-100) Ωm dan aluvium dengan resistivitas (101–800 Ωm) dan batugamping (101–27.626 Ωm). Potensi batuan sebagai batuan akuifer adalah alluvium. Air tanah yang tersimpan di batuan aluvium terletak pada kedalaman (12-20 m). Research on groundwater identification in the coastal area of Kolbano has been carried out, which aims to determine and determine the depth of groundwater at the research location. The method used is the geoelectric method with a Schlumberger configuration. The data obtained at the research location were processed using res2dinv software to obtain the rock resistivity value in the field. The inversion results show the measured rock resistivity value on 3 measurement line, namely 17.1-27.626 Ωm Based on the resistivity value obtained, it is assumed that there are 3 types of rock layers in the field, consisting of clay with resistivity (10-100 Ωm) and alluvium with resistivity (101-800 Ωm) and limestone (101-27.626Ωm). Rocks Potential as aquifer rocks is alluvium. Groundwater stored in alluvium rocks lies at a depth (12-20 m).
Pengaruh Paparan Radiasi Gamma dan Pemberian Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana) terhadap Kadar SGPT Organ Hepar Mencit (Mus Musculus) Kadek Ayu Cintya Adelia; Wenti Marlensi Maubana; Yanti Boimau; Kristina Uskenat; Hilary Fridolin Lipikuni
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v2i2.2436

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan radiasi gamma di bidang kesehatan, salah satunya adalah penggunaan sinar gamma dalam proses radioterapi. Penyerapan energi radiasi ke dalam tubuh dapat menyebabkan munculnya radikal bebas dalam tubuh yang dapat merugikan organ lain di sekitar target penyinaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan radiasi gamma terhadap hepar mencit dan sifat hepatoprotektif ekstrak kulit manggis(Garcinia mangostana) dalam mengurangi kerusakan sel yang ditimbulkan. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan ekstrak kulit manggis 5 dosis varian berbeda ke mencit dan diberi paparan radiasi selama 40 menit dengan dosis total 268 μSv selama 14 hari, kemudian diukur kadar SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) dan jumlah kerusakan sel dari preparathistopatologis. Hasil penelitian menunjukkan kadar SGPT turun menjadi 77,7 U/L dari kadar awal 128,67 U/L. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki sifat hepatoprotektif yang dapat mengurangi kerusakan sel akibat paparan radiasi gamma.
Analisis Variasi Jumlah Kandungan Elektron Ionosfer Daerah Kupang (10,9°LS 123°BT) Angelikus Olla; Asnawi Husin; Ali Warsito; Yanti Boimau
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v4i1.5284

Abstract

Ionosfer merupakan bagian dari atmosfer yang mengandung elektron yang dikenal dengan Total Electron Content (TEC) dan berguna untuk propagasi gelombang high frequency. Nilai TEC dapat menyebabkan tunda ionosfer yang berimplikasi pada kesalahan penentuan posisi GPS. Artikel ini menganalisis variasi TEC ionosfer di daerah Kupang (10,9° LS 123°BT), menggunakan data hasil pengukuran GPS Ionospheric Scintillation and TEC Monitor (GISTM). GISTM ini berlokasi di Universitas Nusa Cendana (10,16° LS 123,67°BT), yang diinstal Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dengan elevasi 30° untuk menghindari efek multipath. Diperoleh bahwa TEC tertinggi terjadi pada bulan equinox yaitu Maret, April dan September dengan maksimum TEC tertinggi terjadi di bulan Maret (73 TECu) sedangkan nilai TEC terendah terjadi di bulan Juli (31 TECu). Selanjutnya, terjadi ketidaksimetrisan peningkatan TEC yaitu untuk bulan equinox September peningkatan VTEC (Vertical Total Electron content) tidak begitu nampak namun lebih nampak pada bulan Oktober dan November yang diduga disebabkan oleh kejadian badai geomagnet kategori sedang. Selain itu, diperoleh bahwa badai geomagnet yang terjadi tanggal 9 November 2013 dengan penurunan indeks Dst hingga -81 nT memiliki dampak terhadap variasi TEC yang ditunjukan dengan terjadinya peningkatan nilai maksimum VTEC hingga 83 TECU dengan simpangan VTEC sebesar 53,61%.
Identifikasi Reservoir Panas Bumi Berdasarkan Pemodelan 2D Anomali Magnetik Wenti Marlensi Maubana; Yanti Boimau
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 2 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i2.372

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi reservoar panas bumi telah dilakukan di kompleks gunung Pandan Jawa Timur menggunakan metode magnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kedalaman reservoir panas bumi berdasarkan nilai anomali magnetik. Akuisisi data magnetik dilakukan sebanyak 80 titik dengan luasan daerah penelitian 9 x 10 km². Pengolahan data meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF (International Geomagnetik Reference Field), dan kontinuasi ke atas. Berdasarkan hasil pengolahan data magnetik, diperoleh rentang nilai anomali magnetik -446,7 nT sampai 526,3 nT. Interpretasi kualitatif data magnetik dilakukan pada hasil anomali magnetik yang telah di koreksi meliputi koreksi harian, koreksi IGRF, dan kontinuasi ke atas. Interpretasi kuantitatif data magnetik dilakukan dengan membuat model 2D menggunakan peta anomali magnetik residual. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa terdapat beberapa struktur sekunder berupa rekahan/crack yang menjadi jalan keluarnya fluida panas menuju ke permukaan. Reservoar hidrotermal manifestasi Jari (Selo Gajah) diduga berada pada batupasir tufaan dengan kedalaman 500 m – 1500 m, sedangkan manifestasi Banyukuning diperkirakan berada pada breksi vulkanik dengan kedalaman 1000 m – 1500 m.
Analisis Daya Dukung Lingkungan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap Jasa Ekosistem Pengaturan Pencegahan dan Perlindungan dari Bencana di Kabupaten Timor Tengah Utara Anastasia Lestari; Regolinda Maneno; Yanti Boimau
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 2 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i2.377

Abstract

Ekosistem memberikan manfaat yang dapat mendukung aktivitas kehidupan manusia. Pengelolaan ekosistem yang tepat dapat memaikan peranan penting dalam mitigasi dan adaptasi terhadap bencana alam. Analisis dan evaluasi daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem dalam sektor pengaturan pencegahan dan perlindungan dari bencana di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dapat menjadi masukan dalam pertimbangan pengembangan daerah terutama dalam upaya mitigasi bencana. Metode analisis yang digunaan yaitu pairwise comparation dengan nilai Indeks Komposit Jasa Ekosistem (IKJE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas daya dukung dalam pengaturan pencegahan dan perlindungan dari bencana di Kabupaten TTU secara umum tinggi yaitu 71% dimana Kecamatan Insana memiliki luas kelas jasa ekosistem tertinggi dan Kabupaten Biboki Anleu dengan jasa ekosistem rendah.
Analisis Debit, Ph dan Suhu Air Studi Kasus Desa Fatumonas Yanti Boimau; Angelikus Olla; Hilary Fridolin Lipikuni
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 2 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i2.402

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit, pH dan suhu air di Desa Fatumonas. Pengukuran debit air berguna untuk mengetahui kecukupan air sehari-hari warga desa dan antisipasi dalam kekeringan air di musim kemarau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei deskriptif untuk memperoleh gambaran terhadap kualitas air pada sumber mata air (in-situ). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan kebutuhan masyarakat akan air di Desa Fatumonas sangat tercukupi, ditinjau juga pada pengukuran suhu dan pH-nya memberikan indikasi bahwa sumber air tersebut layak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat Desa Fatumonas
Pemetaan Lapisan Batuan Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang Ratna Sumby; Hery Leo Sianturi; Yanti Boimau
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.433

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan perlapisan batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian bertujuan untuk memetakan pola perlapisan batuan berdasarkan nilai resistivitas, mengidentifikasi jenis batuan di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan menentukan ketebalan lapisan-lapisan batuan di daerah penelitian pada semua lintasan. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa pola perlapisan batuan  untuk 4 lintasan dengan panjang lintasan 400 meter dengan variasi nilai resistivitas berkisar antara 0,474 Wm–11,436 Wm, 0,777 Wm–21,231 Wm, 2,96 Wm–3.634 Wm  dan 0,637 Wm–3.085 Wm, batuan yang teridentifikasi yaitu batuan lempung, batuan aluvium dan batuan gamping yang berada pada ketebalan masing-masing yaitu lapisan batuan lempung berkisar antar 7,5-47,5 m, ketebalan lapisan batuan aluvium 5-60 m dan ketebalan lapisan batuan gamping 5 m–52,8 m.
Application of the Self-Potential Method to Know the Distribution and Direction of Leachate Flow in the Alak Final Processing Site (TPA) Area, Kupang City Yanti Boimau; Wenti Marlensi Maubana
Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Vol 20, No 3 (2023): Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v20i3.14893

Abstract

The research using the Self-potential method has been carried out at the Final Processing Site (TPA) area of Alak District, Kupang City, East Nusa Tenggara. The purpose of this study is to determine the direction of leachate waste flow and distribution. Data acquisition in this study used a closed-loop system in the process of collecting potential data. This closed-loop system means that potential data collection starts at one point and will end at that point. There are 3 loop paths with a distance of 10m between the porous spot electrodes. Based on the potential distribution value of the isopotential map, the lowest potential value is -35 mV, and the highest value is 40 mV, therefore, this study area can be assumed that the leachate flow direction is from the southeast to the southwest. This case is supported by the influence of the topographical effects where the subsurface fluid flows from a high place to a low place. Based on the results of this study, the leachate flow direction and distribution can provide information for mapping high-risk areas of contamination at the Final Processing Site (TPA) in Alak, Kupang City, East Nusa Tenggara.
Pemodelan Anomali Aliran Sungai Bawah Tanah Menggunakan Data Self-Potential Yanti Boimau; Wenti Marlensi Maubana; Kadek Ayu Cintya Adelia
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v11i1.328

Abstract

Analisis Batuan Bawah Permukaan Pantai Kolbano Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas Yanti Boimau; Angelikus Olla; Hilari F. Lipikuni; Wenti M. Maubana; Hery Leo Sianturi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v12i02.385

Abstract

Research has been conducted on mapping subsurface rocks with resistivity geoelectric method at Kolbano Beach. The research aims to map the pattern of rock layers and identify the type of subsurface rock based on the resistivity value and determine the thickness of the rock layers in the study area. Data processing using Res2dinv software. The method used is the schlumberger configuration geoelectric method. The interpretation results show that the rock layer pattern for 4 passes with a track length of 400 meters with variations in resistivity values ranging from 359 Wm -187,433 Wm, 38.5 Wm -8,450 Wm, 133 Wm -17,607 Wm, and 53.7 Wm -63,032 Wm. The identified rocks are aluvium rocks with a resistivity value of 38.5 Wm -800 Wm and limestone rocks with a resistivity value of 801 Wm -187,433 Wm with a thickness of 5.5 m-73.8 m for aluvium rocks and 0 m-73.8 m for gamping rocks, respectively. Based on the rock resistivity value in the research area, the coloured rock which is the mining material in Kolbano Village is classified as an aluvium rock type.   Keywords: Schlumberger, Kolbano, Resistivity, color stone