Pelabuhan merupakan prasarana utama dalam sistem transportasi laut. Morotai dan Halmahera Selatan adalah Kabupaten pada wilayah kepulauan Maluku Utara yang cukup strategis dalam mengembang misi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Evaluasi kinerja pelayanan operasional pelabuhan container dilakukan untuk mengetahui kapasitas kodisi sekarang dan yang akan datang. Tujuannya untuk mengetahui Berth Occupancy Ratio (BOR), Berth Throughput (BTP), kapasitas lapangan penumpukan Container Yard Occupancy (YOR) sebagai bahan pertimbangan kebijakan optimasi, dan efisiensi operasional maupun pengembangan sarana pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Metode regresi digunakan untuk mengetahui tingkat pemakaian dermaga dan lapangan penumpukan container pada pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja peralatan bongkar muat yang melayani peti kemas pelabuhan Daruba dan pelabuhan Babang dikategorikan baik namun pada perhitungan lapangan penumpukan peti kemas (YOR) prediksi tahun 2031 sudah terjadi over capacity dengan nilai YOR 135,6% pada pelabuhan Babang dan nilai YOR 119% pada pelabuhan Daruba yang sudah melebihi standar yang ditentukan
Copyrights © 2022