Pembelajaran di Indonesia pada abad 21 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis karena pembelajaran saat ini tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan mengingat saja namun harus mampu menganalisis, memecahkan masalah, mengidentifikasi serta mengembangkan penalaran yang dimiliki. Selain itu, pembelajaran di Indonesia juga harus mampu mengikuti perkembangan digitalisasi di abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis TPACK terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari s.d bulan Juli 2022. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Baregbeg. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X IPA 1 sebanyak 34 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan desain penelitian One-Grup Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis berupa pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Z. Hasil penelitian diperoleh Zhitung ˃ Ztabel yaitu 3,42 ˃ 1,65. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis TPACK terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2022