Biji alpolat biasanya hanya dibuang begitu saja setelah diambil daging buahnya, padahal biji ini masih mengandung bahan bahan yang mempunyai nilai gizi seperti protein, lemak maupun karbohidrat. Potensi ketersediaan biji alpokat dari sebuah pasar buah setiap minggunya mencapai 1 ton, belum termasuk buah yang rusak yang setiap bulannya mencapai 280 kg. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka disusun penelitian yang berjudul: Pemnafaatan Biji Alpokat (Persea americana Mil) Ssebagai Campuran Tepung Bahan Pembuat Mie. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post test with control design. Objek penelitian berupa buah alpokat yang diperoleh dari pasar buah. Analisis data bersifat diskriptif dan analitik dengan uji anova tingkat kemaknaan 95% (a = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan untuk uji organoleptic tidak ada perbedaan yang signifikan untuk warna dan bau dan ada perbedaan yang signifikan untuk rasa. Uji untuk nilai gizi menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna untuk semua formulasi. Formulasi yang dapat diterima panelis adalah formulasi A (10%)
Copyrights © 2022