JURNAL KONFIKS
Vol 8, No 2 (2021): KONFIKS

DEIKSIS SEMANTIK DALAM ANTALOGI CERPEN 11.11

Rantika Alycia Putri (Universitas Negeri Medan)
Mauliana Pebriani Lubis (Universitas Negeri Medan)
Sarma Gaby Aprianti Manullang (Universitas Negeri Medan)
Trisnawati Hutagalung (Universitas Negeri Medan)



Article Info

Publish Date
06 Sep 2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dieksis semantik. Pengkajian deiksis sangat perlu dilakukan, karena dengan adanya deiksis seseorang dapat mengerti bagaimana tuturan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat, sehingga dapat menentukan rujukan apa yang sesuai digunakan dalam situasi yang bagaimana pula. Dalam menganalisis suatu deiksis dapat direalisasikan dalam sebuah karangan yang utuh yaitu seperti buku, artikel, pidato, dan karya sastra. Salah satu karya sastra yang cukup diminati oleh masyarakat adalah Cerpen (Cerita Pendek). Karya sastra cerpen diasumsikan merupakan gambaran kehidupan berdasarkan kenyataan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang bersifat menggambarkan objek sesuai dengan apa adanya. Dari hasil analisis ditemukan adanya deiksis persona diwakili oleh aku, kita, kami (sebagai deiksis persona pertama); kamu, kau, anda (sebagai deiksis persona kedua); ia atau dia, dan mereka (sebagai deiksis persona ketiga). Deiksis yang menyangkut pronominal demonstratif yakni ini dan itu Deiksis yang menyangkut waktu yakni sepuluh tahun yang lalu dan hari ini. Deiksis sosial diwakili oleh kepala (sebagai deiksis sosial jenis jabatan); sopir, penjaja koran, fotografer, musikus, petualang, resepsionis, dokter, penulis, guru, sipir (sebagai deiksis sosial berjenis profesi); cucu, mama, papa (sebagai deiksis sosial jenis julukan); gadis, pria (sebagai deiksis sosial berjenis gelar).

Copyrights © 2021