Bank Syariah sebagaimana bank konvensional memiliki fungsi sebagai perantara jasa keuangan (financial intermediary), memiliki tugas pokok yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas pembiayaan. Perbedaan mendasar antara kedua bank tersebut hanyalah bank syariah melakukan kegiatan usahanya tidak berdasarkan bunga (interest fee), namun didasarkan pada prinsip syariah atau prinsip pembagian keuntungan dan kerugian (profit and loss sharing principle). Tingkat bagi hasil yang diberikan oleh Bank Syariah merupakan salah satu daya tarik masyarakat untuk menyimpan dana pada produk-produk Bank Syariah. Tingkat bagi hasil pada bank syariah selalu berubah hal ini disebabkan oleh beberapa faktor kinerja keuangan yang mempengaruhi tingkat bagi hasil pada Bank Umum Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan yakni NPF, FDR, CAR, dan BOPO yang diprediksi mempengaruhi tingkat bagi hasil deposito mudharabah . Penelitian ini menggunakan populasi yang sekaligus dijadikan sampel, yakni seluruh Bank Umum Syariah yaitu 14 Bank Umum Syariah (BUS). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang diukur dalam skala numerik (angka). Dan menggunakan data bulanan periode tahun 2016-2020. Data diolah melalui metode uji statistik regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS . Berdasarkan hasil regresi linear berganda, menyimpulkan bahwa secara partial kinerja keuangan yakni NPFdan FDR secara positif berpengaruh signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Sedangkan Variabel CAR dan BOPO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Secara simultan variabel NPF, FDR, CAR dan BOPO berpengaruh positif terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Kata Kunci : Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah, NPF, FDR, CAR, BOPO
Copyrights © 2022