Kondisi masyarakat Indonesia yang plural baik dari segi suku, ras, agama dan status sosial memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan dan dinamika dalam kehidupan berbangsa. Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Dalam hal imi, Pondok Pesantren dapat dijadikan altenatif dalam mentransformasikan nilai-nilai multikultural. Hal ini dikarenakan Pondok Pesantren memiliki semangat persaudaraan (ukhuwah) dalam interaksi antara sesama anggota pesantren. Kehidupan di pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama, dengan jalinan perasaan keagamaan. Tidak ada penyekat yang memisahkan antara warga pesantren, walaupun mereka berbeda aliran, baik politik, sosial, dan ekonomi. Tesis ini berupaya mengkaji tentangpermasalahan yang dihadapai dalam implementasi pendidikan multikultural diPondok Pesantren, meliputi: materi yang diajarkan, metode yang digunakan dan interaksi di Pondok Pesantren. penelitian menggunakan penelitian kulitatif lapangan (fieldresearch), pengumpulan data menggunakan wawancara, dan analisa data menggunakan teknik analisa data kualitatif berdasarkan teori MilesandHuberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: data reduction, data display dan conclusion/verivication. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk Penddikan multikultural di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, Darul Ulum, dan Darussalamah di Kabupaten Lampung Timur dilakukan dalam bentuk penempatan santri yang berbeda latar belakang etnis, budaya, dan ekonomi dalam satu asrama yang heterogen. Kondisi tersebut memungkinkan santri memahami perbedaan budaya, dan bahasa, dan mendorong timbulnya rasa kebersamaan dan penerimaan terhadap santri lain. Materi pelajaran berbasis multikultural di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, DarulUlum dan Darussalamah dapat dilihat dari materi tentang ahlussunnahwaljama’ah (Aswaja), yang mengedepankan sikap tawasuth (moderat), i`tidal (proposional), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). Selain itu materi yang berbasis multikultural dijarkan dengan menjelaksan tentang ayat dan Hadis yang menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyyah, maupun ukhuwah basyariyyah. Metode pembelajaran yang diterapkan diantaranyabahtsulmasailfiqhiyyah, yaitu forum diskusi masalah-masalah fiqh. Diskusi semacam ini dapat menjadikan pembelajaran bagi santri agar dapat berisikap demokratis dan menghargai pendapat orang lain.Interaksi sosial di Pondok Pesantren RiyadlatulUlum, DarulUlum dan Darussalamah menggambarkan komunitas yang plural, yang didasarkan pada nilai-nilai akhlakulkarimah. Melalui pendidikan pesantren yang multikultural, sikap dan pemikiran akan lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya.
Copyrights © 2022