Kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengurangi dampak bencana. Kearifan lokasi juga merupakan warisan atau tradisi turun temurun pada suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi bencana masyarakat berbasis kearifan lokal desa Tompe Kecamatan Sirenja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Informan penelitian ini terdiri dari 20 masyarakat, 1 tokoh agama, dan 1 tokoh adat. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nama lokal dalam masyarakat desa Tompe atau toponimi yang digunakan masyarakat dalam menyebutkan wilayah atau bencana alam. Tompe yang berarti lumpur diartikan bahwa desa Tompe pada zaman dulu yaitu berlumpur. Istilah tsunami sendiri diartikan sebagai lembotalu atau ombak yang besar. Untuk nama gempa masyarakat Tompe menyebutkan dengan linggu dan istilah ogo adalah air. Selain itu, masyarakat masih menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya setempat.
Copyrights © 2022