Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Tompe Kabupaten Donggala Rendra Zainal Maliki; Arifuddin Abd Muis; Khairurraziq Khairurraziq
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i2.6588

Abstract

Kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengurangi dampak bencana. Kearifan lokasi juga merupakan warisan atau tradisi turun temurun pada suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi bencana masyarakat berbasis kearifan lokal desa Tompe Kecamatan Sirenja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Informan penelitian ini terdiri dari 20 masyarakat, 1 tokoh agama, dan 1 tokoh adat. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nama lokal dalam masyarakat desa Tompe atau toponimi yang digunakan masyarakat dalam menyebutkan wilayah atau bencana alam. Tompe yang berarti lumpur diartikan bahwa desa Tompe pada zaman dulu yaitu berlumpur. Istilah tsunami sendiri diartikan sebagai lembotalu atau ombak yang besar. Untuk nama gempa masyarakat Tompe menyebutkan dengan linggu dan istilah ogo adalah air. Selain itu, masyarakat masih menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya setempat. 
ANALISIS SEBARAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PALU Arhun Gemilang Taqwa; Rahmawati Rahmawati; Khairurraziq Khairurraziq; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.37298

Abstract

Abstrak: Perkembangan kawasan perkotaan di Kota Palu memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan ruang hijau, sehingga diperlukan kajian spasial untuk memahami pola sebaran, kerapatan, distribusi, dan kecukupan ruang terbuka hijau publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran, kerapatan, pola distribusi, serta tingkat kecukupan. Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) di Kota Palu memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Menggunakan analisis berbasis Sistem Informasi Geografis melalui tiga metode, yaitu kernel density, nearest neighbor analysis, dan analisis skoring deskriptif untuk menilai kondisi aktual serta ketimpangan penyediaan ruang hijau antarwilayah. Hasil menunjukkan bahwa Mantikulore dan Palu Selatan merupakan kawasan dengan konsentrasi RTH publik tertinggi, sedangkan Tawaeli, Palu Utara, dan Ulujadi memiliki kerapatan rendah. Nilai NNR < 1 menandakan pola persebaran RTH publik bersifat mengelompok, dengan titik-titik ruang hijau terfokus di kawasan tengah kota. Persentase luas RTH publik per kecamatan juga memperlihatkan ketimpangan, di mana Palu Selatan mencapai 8,95 persen dan Mantikulore 7,96 persen, sementara Tawaeli hanya 0,17 persen, Palu Utara 0,17 persen, dan Ulujadi 0,67 persen. Secara keseluruhan, rata-rata RTH publik Kota Palu hanya 1,03 persen, menegaskan perlunya strategi pengembangan ruang hijau yang lebih merata di seluruh wilayah. Abstract:  The development of urban areas in Palu City presents challenges in meeting the need for green space, necessitating a spatial study to understand the distribution patterns, density, and adequacy of Public Open Green Space. This research aims to analyze the distribution, density, distribution patterns, and adequacy levels. Public Green Open Space (RTHP) in Palu City using Geographic Information System (GIS). Using GIS-based analysis through three methods, namely kernel density, nearest neighbor analysis, and descriptive scoring analysis, to assess the current conditions and disparities in green space provision between regions. The results show that Mantikulore and South Palu are areas with the highest concentration of public green space, while Tawaeli, North Palu, and Ulujadi have low density. An NNR value < 1 indicates a clustered distribution pattern of public green spaces, with green space points concentrated in the central city area. The percentage of public green space area per sub-district also shows disparities, with South Palu reaching 8.95 percent and Mantikulore 7.96 percent, while Tawaeli is only 0.17 percent, North Palu 0.17 percent, and Ulujadi 0.67 percent. Overall, the average public green space in Palu City is only 1.03 percent, emphasizing the need for a more equitable green space development strategy across all areas.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMA Negeri 1 Torue Ika Listiqowati; Zumrotin Nisa’; Khairurraziq Khairurraziq; Astri Astri; I Made Hermawan Hermawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3829

Abstract

Guru abad 21 dituntut untuk inovatif, sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat membangun keterampilan pembelajaran abad 21 pada siswa. Memenuhi hal tersebut maka pelatihan pembuatan media pembelajaran diharapkan menjadi solusi alternatif bagi guru untuk lebih kratif dalam membuat media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurangnya pahaman guru terkait pengembangan media pembelajaran yang dapat mengembangkan kesadaran spasial, menarik, interaktif, dan menyenangkan menunjukkan kompetensi pedagogik guru masih rendah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berdasarkan kecerdasan buatan yang interaktif dan menarik serta mudah dalam perancangannya. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan memberikan materi dan demonstrasi, kemudian dilakukan pendampingan dan evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam pembuatan media pembelajaran berbantuan AI yaitu skor N-Gain 0,4 pada kategori sedang dengan hasil pre tes 42% dan pos tes 58% dan hasil evaluasi pelatihan menunjukkan antusias guru dalam mengikuti pengabdian sangat tinggi yaitu 95%.
Efektivitas Model Pembelajaran Team Games Tournament Berbantuan Short Card Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Pelajaran Geografi Erina Yulianti; Exsa Putra; Khairurraziq Khairurraziq; Ika Listiqowati
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v11i1.81-94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran TGT berbantuan short card dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan metode kuantitatif desain Nonequivalent Control Group Design. diawali dengan perencanaan dan penyusunan instrumen,kemudian validasi instrumen dilanjutkan pemberian pretest pada kedua kelompok, kemudian perlakuan diberikan pada kelompok eksperimen dan kontrol. diikuti posttest pada keduanya, lalu data dianalisis untuk melihat pengaruh perlakuan. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X MAN 3 Parigi dan sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yaitu kelas Xb dan Xc dengan jumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. hasil penelitian menunjukkan data nilai rerata kelas eksperimen setelah diuji terdapat perbedaan yaitu, posttest kelas kontrol 77.63 dan posttest kelas eksperimen 80.45. sedangkan nilai signifikan berdasarkan rumus kolmogrov-smirnov (sig 2-tailed) sebesar 0,0188<0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat peningkatan signifikansi sebelum ada perlakuan dan sesudah ada perlakuan menggunakan model pembelajaran TGT. keseluruhan indikator berpikir kreatif mengalami peningkatan sebesar 87,74% dan respon siswa terhadap penerapan model TGT menunjukkan 94% tanggapan yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada pelajaran geografi mengalami perubahan yang signifikan. ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the TGT learning model assisted by short cards in improving students' creative thinking skills. This study used an experimental research design with a quantitative Nonequivalent Control Group Design method. It began with planning and preparing the instruments, followed by instrument validation and a pretest for both groups. The treatment was then administered to the experimental and control groups, followed by a posttest for both groups. The data was then analysed to determine the effect of the treatment. The population of this study consisted of Grade X students at MAN 3 Parigi, and the sample used consisted of two classes, namely Class Xb and Class Xc, with a total of 22 students as the experimental and control classes. The results of the study showed that there was a difference in the average scores of the experimental class after testing, with the control class post-test score being 77.63 and the experimental class post-test score being 80.45. Meanwhile, the significant value based on the Kolmogorov-Smirnov formula (sig 2-tailed) was 0.0188<0.05. Therefore, H0 was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a significant increase before and after the treatment using the TGT learning model. Overall, creative thinking indicators increased by 87.74%, and student responses to the application of the TGT model showed 94% positive responses. The results of the study indicate that the use of the TGT learning model in improving the creative thinking skills of Year 10 students in geography lessons has undergone significant changes.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 7 PALU Nurfadilah Nurfadilah; Nurvita Nurvita; I Komang Werdhiana; Khairurraziq Khairurraziq
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): VOLUME 10 NUMBER 1 JANUARY 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i1.6305

Abstract

Peneltiaian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan model penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan XI 4 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol dengan jumlah populasi sebanyak 214 siswa. Instrumen peneltian ini berupa tes tulis 15 butir soal pilihan ganda. Hasil analisis data nilai pretest pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,19 dan nilai rata-rata posttest sebesar 60,66. Sedangkan hasil analisis data nilai pretest pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,55 dan nilai rata-rata posttest sebesar 72,75. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji-t dua sampel independen (Independent Samples T-Test ) menunjukkan bahwa nilai signifikansi (sig) (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,001. Maka pengambilan keputusan adalah H 0 ditolak dan H a diterima karena <0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis antara siswa dikelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 7 Palu
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN KAHOOT TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI Nur Afni; Exsa Putra; Khairurraziq Khairurraziq; Nurvita Nurvita
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32702

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model  kooperatif tipe team quiz  berbantuan Kahoot terhadap  kreativitas siswa kelas X di SMA Negeri 3 Palu dan untuk mengukur respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran model  kooperatif tipe team quiz berbantuan Kahoot.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experiment dengan desain pretest dan posttest. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas (independent variables) dan variabel terikat (dependent variables). Teknik analisis data yang diterapkan meliputi Uji Indikator Kreativitas Siswa, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji T, dan Uji Hipotesis. Pada (pretest) di kelas kontrol, nilai tertinggi 73 dan nilai terendah 43, dengan rata-rata skor sebesar 60,87. Setelah perlakuan (PBL), nilai (posttest) nilai terendah 67 dan nilai tertinggi 93, serta rata-rata mencapai 77,9. Sementara itu, pada kelas eksperimen yang menerapkan model kooperatif tipe Team quiz berbantuan Kahoot, nilai (pretest) nilai tertinggi 77 dan nilai terendah 33, dengan rata-rata 57,33. Pada posttest, nilai tertinggi mencapai 93 dan terendah 63, sehingga rata-rata meningkat menjadi 78,53. Hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada pretest dan posttest kelas kontrol (p = 0,194 > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada pretest dan posttest kelas eksperimen (p = 0,007 < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kooperatif tipe team quiz berbantuan Kahoot efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar, yang dibuktikan dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Respon siswa terhadap kreativitas berdasarkan indikator Fluency mencapai 45%, Fleksibilitas sekitar 25%, Orisinalitas 60%, dan Elaborasi sebesar 20%. Selain itu, respon siswa terhadap pemanfaatan Kahoot dalam pembelajaran menunjukkan hasil positif sebesar 80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap keterlibatan aktif dan kolaborasi siswa dalam proses pembelajaran. Abstract:  This study aims to determine the effectiveness of applying the Kahoot-assisted team quiz cooperative model on the creativity of 10th grade students at SMA Negeri 3 Palu and to measure student responses to the application of the Kahoot-assisted team quiz cooperative learning model. The method used in this study was a quasi-experiment with a pretest and posttest design. The research variables consist of independent variables and dependent variables. The data analysis techniques applied include the Student Creativity Indicator Test, Reliability Test, Normality Test, Homogeneity Test, T-Test, and Hypothesis Test. In the pretest in the control class, the highest score was 73 and the lowest was 43, with an average score of 60.87. After the treatment (PBL), the posttest scores ranged from a low of 67 to a high of 93, with an average of 77.9. Meanwhile, in the experimental class that applied the Team Quiz cooperative model assisted by Kahoot, the highest pretest score was 77 and the lowest was 33, with an average of 57.33. In the posttest, the highest score reached 93 and the lowest was 63, resulting in an average increase to 78.53. The t-test results showed no significant difference between the pretest and posttest scores in the control class (p = 0.194 > 0.05), but there was a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental class (p = 0.007 < 0.05). The research results indicate that the cooperative learning model of the team quiz type assisted by Kahoot is effective in enhancing students' creativity in learning, as evidenced by the increase in posttest scores compared to pretest scores. Students' responses to creativity based on the Fluency indicator reached 45%, Flexibility around 25%, Originality 60%, and Elaboration 20%. Additionally, students' responses to the use of Kahoot in learning showed positive results of 80%. These findings indicate that the implemented learning model has a positive impact on students' active engagement and collaboration in the learning process.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Agustina Allobunga; Haslita Rahmawati Hasan; Khairurraziq Khairurraziq; Risma Fadhilla Arsy
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.