Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pendapatan pasca panen antara petani jagung yang menjual benih basah dan petani jagung yang menjual benih kering (2) untuk mengetahui perbedaan pendapatan pasca panen antara petani jagung yang menjual benih basah dan petani jagung yang menjual benih kering. Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling berdasarkan perhitungan rumus Slovin berjumlah 36 orang petani jagung yang menjual jagung biji basah dan 36 orang petani jagung yang menjual biji kering. Hasil penelitian, penerimaan pasca panen pada petani jagung yang menjual biji kering sebesar Rp. 572.004.576 per MT lebih tinggi dibandingkan petani jagung yang menjual biji basah sebesar Rp 467.914.240 per MT. Terdapat perbedaan signifikan rata-rata penerimaan pasca panen antara petani jagung yang menjual biji basah sebesar Rp. 12.997.617,78 per MT dengan rata-rata penerimaan pasca panen yang diperoleh petani jagung yang menjual biji kering sebesar Rp. 15.889.016,00 per MT, sebagaimana hasil uji t independent sampel t-tes yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,011 < 0,05.
Copyrights © 2022