Fatigue adalah salah satu manifestasi klinis pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 dan paling sering dikeluhkan oleh pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi fatigue adalah kadar gula darah. Kadar Gula Darah Puasa (KGDP) merupakan alat ukur yang bagus untuk mengetahui kadar gula darah karena pasien harus berpuasa selama 8-10 jam sebelum diperiksa gula darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah puasa dengan fatigue pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini korelatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel 30 orang. Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) dan glucometer digunakan untuk pengukuran fatigue dan KGDP. Hasil menunjukkan rata-rata usia responden 62,77 ± 9,5 tahun dengan mayoritas perempuan dan tingkat pendidikan SD. Rata-rata KGDP responden 146,53 ± 53,22 dan rata-rata nilai fatigue 48,03 ± 10,03 yang termasuk dalam kategori sedang. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,186 yang memiliki makna tidak adanya hubungan secara statistik antara kadar gula darah puasa dengan fatigue pada pasien DM tipe 2. Hasil tersebut didapatkan karena dari responden ada yang memiliki skor fatigue tinggi, sedangkan nilai KGDPnya rendah dan sebaliknya. Responden pada lokasi penelitian masih dapat melakukan aktivitas keseharian dengan baik yang kemungkinan memberikan kontribusi pada skor MFI. Pemeriksaan HbA1c diperlukan untuk mengetahui kadar gula darah yang dimiliki pasien.
Copyrights © 2022