Artikel ini mengulas fenomena waithood di kalangan perempuan milenial sebagai bentuk kekhawatiran perempuan terhadap ketergantungan ekonomi dan budaya patriarki. Kemorosotan ekonomi global tidak saja menciptakan “ketakutan” atas daya tahan negara dari krisis, tetapi juga berimplikasi pada mindset individu perempuan terkait kesetaraan gender; hak-hak ekonomi, kemandirian sosial dan budaya yang menciptakan kekhawatiran perempuan untuk membina rumah tangga. Kemajuan teknologi informasi dan masalah ekonomi telah mendorong perempuan milenial untuk memperjuangkan kesataraan ekonomi dan budaya di ruang publik dan privat. Waithood dalam kajian feminisme adalah cerminan perempuan mandiri, cerdas dan memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Studi literatur dalam artikel ini menunjukkan terdapat empat dasar perempuan menunda menikah, yaitu: (1) terbukanya ruang informasi media sosial yang membuka pola pikir perempuan; (2) takut menjadi bagian dari generasi Sandwich; (3) kontrol kuasa atas diri perempuan dalam menempuh pendidikan dan berkarir; dan (4) maraknya kasus kekerasan gender yang merugikan fisik dan psikis perempuan serta ketidak percayaan terhadap lembaga pernikahan.Kata Kunci: Fenomena Waithood, Perempuan, Budaya Patriarki
Copyrights © 2022