Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA RESESI SEKS DI INDONESIA (Studi Gender Tren ‘Waithood’ Pada Perempuan Milenial) Musahwi Musahwi; Minnati Zulfa Anika; Pitriyani Pitriyani
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v4i2.12905

Abstract

Artikel ini mengulas fenomena waithood di kalangan perempuan milenial sebagai bentuk kekhawatiran perempuan terhadap ketergantungan ekonomi dan budaya patriarki. Kemorosotan ekonomi global tidak saja menciptakan “ketakutan” atas daya tahan negara dari krisis, tetapi juga berimplikasi pada mindset individu perempuan terkait kesetaraan gender; hak-hak ekonomi, kemandirian sosial dan budaya yang menciptakan kekhawatiran perempuan untuk membina rumah tangga. Kemajuan teknologi informasi dan masalah ekonomi telah mendorong perempuan milenial untuk memperjuangkan kesataraan ekonomi dan budaya di ruang publik dan privat. Waithood dalam kajian feminisme adalah cerminan perempuan mandiri, cerdas dan memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Studi literatur dalam artikel ini menunjukkan terdapat empat dasar perempuan menunda menikah, yaitu: (1) terbukanya ruang informasi media sosial yang membuka pola pikir perempuan; (2) takut menjadi bagian dari generasi Sandwich; (3) kontrol kuasa atas diri perempuan dalam menempuh pendidikan dan berkarir; dan (4) maraknya kasus kekerasan gender yang merugikan fisik dan psikis perempuan serta ketidak percayaan terhadap lembaga pernikahan.Kata Kunci:  Fenomena Waithood, Perempuan, Budaya Patriarki
Gambaran Asam Urat dan Implikasinya terhadap Kesehatan pada Mahasiswa Universitas Halu Oleo Irma Yunawati; Nurnashriana Jufri; Wa Ode Salma; Minnati Zulfa Anika; Cantika Alisyah; Dera Kalvio Nita; Amalia Darma Munandar; Della Apriliana Pratiwi
Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/karunia.v4i1.2904

Abstract

Uric acid is the end product of purine metabolism which can cause hyperuricemia if levels increase. Hyperuricemia, if left untreated, can cause joint inflammation, pain, and various other health problems. This study aims to evaluate Halu Oleo University students' understanding of gout and its impact on health. Using a quantitative approach and analytical descriptive design, this research involved 50 randomly selected respondents. Examination of uric acid levels is carried out by taking blood samples using the Nesco Multi Check device. The results showed that 70% of respondents had uric acid levels within normal limits, while 30% experienced hyperuricemia, which indicates a potential risk of developing gout. These findings suggest that unbalanced eating patterns, lack of physical activity, and inadequate fluid intake contribute to increased uric acid levels among college students. This research emphasizes the importance of education about healthy eating patterns and an active lifestyle to prevent health problems related to gout.