Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) implementasi penilaian aspek-aspek berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang dilakukan guru di SMA Negeri 2 Makassar. (2) hambatan guru dalam pengimplementasian penilaian aspek-aspek berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) di SMA Negeri 2 Makassar. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 6 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria guru yang sudah memiliki sertifikasi pendidik, guru yang mengajar di SMA 2 paling kurang 7 tahun, dan guru yang pernah mengikuti pelatihan HOTS. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui empat tahap yaitu teknik analisis domain, teknik taksonomi, teknik analisis komponensial, teknik analisis kultural. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi penilaian aspek-aspek berbasis Higher order thinking skill (HOTS)adalah; a). Terjadinya transfer ilmu pengetahuan guru ke siswa dengan bentuk fasilitator (transfer of knowledge); b). adanya kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif; c). Terjadinya pelaksaan problem solving bagi siswa. (2) hambatan guru dalam implementasi penilaian aspek-aspek berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) di SMA Negeri 2 Makassar adalah; a). Kesulitan guru dalam menghadapi kemampuan siswa yang berbeda-beda; b). Seringnya terjadi perubahan materi; c). Keterampilan guru yang masih kurang.
Copyrights © 2021