Tradisi turun mandi dalam masyarakat Minangkabau di kenagarian Mungka Kabupaten Limapuluh Kota merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun, dan merupakan tradisi untuk mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT berupa bayi yang baru lahir. Sebelum pelaksanaan tradisi turun mandi keluarga ibu bayi dan bako[1] bayi mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan turun mandi, diantaranya mempersiapkan berbagai menu makanan, mempersiapkan tapian mandi, tangguak (alat penangkap ikan), pusuang(obor), bunga, dan kelapa yang sudah bertunas. Proses pelaksanaanya dengan melibatkan bako dan keluarga bayi. Nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi turun mandi di kenegarian Mungkaini adalah 1) memperkenalkan anak dengan lingkungan alam sekitarnya, 2) setelah anak besar nanti diharapkan dapat menjadi penerang bagi masyarakat, agama, dan bangsanya, 3) pemberani dalam menegakan kebenaran, dapat menjadi orang yang sukses, sukses dari segi ekonomi, pendidikan dan kemapanan dari segala bidang, 4) dapat menjadi orang yang mandiri, tidak menggantungkan hidupnya dengan orang lain, dan 5) nilai yang terkandung dalam tradisi turun mandi yaitu menjadi orang yang tidak pelit dan suka memberi serta dermawan. [1] Keluarga dari pihak ayah dari sibayi.
Copyrights © 2022