Tidur yang cukup akan membuat individu merasa tenaganya telah pulih, peningkatan kesehatan, dan pemulihan dari keadaan sakit. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, kualitas tidur remaja pertengahan usia 15-18 tahun dipengaruhi oleh stres akademik yang dirasa cukup berat khususnya selama pandemi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur siswa kelas X SMA Y di masa pandemi covid-19. Peneliti menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasinya seluruh siswa kelas X di SMA Y dan sampel sebanyak 228 orang. Instrumen penelitian merupakan modifikasi dari penelitian stres akademik Rohana (2017) dan kualitas tidur Zetrial (2021). Pengambilan data menggunakan google form. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur siswa kelas X SMA Y di masa pandemi covid-19. Adapun nilai koefisien regresi menunjukkan arah negatif dan terlihat stres akademik mempengaruhi kualitas tidur sebesar 28,4%. Dapat disimpulkan bahwa stres akademik dipengaruhi oleh stresor akademik yaitu tekanan berprestasi dari guru dan orang tua, pemaksaan diri karena melakukan prokratinasi, dan konflik akibat kebingungan menentukan pilihan. Kualitas tidur siswa kelas X SMA Y di masa pandemi covid-19 dipengaruhi oleh waktu tidur siswa kurang dari 8 jam 30 menit, mengalami mimpi buruk, dan tidur mereka tidak nyenyak akibat gangguan suara.
Copyrights © 2023