Di Samping sebagai ilmu, matematika juga sebagai bahasa yang tidak hanya untuk alat berpikir saja, melainkan untuk menuangkan beragam ide. Pada zaman ini kemampuan komunikasi matematis perlu ditumbuhkembangkan agar peserta didik mampu dalam mengkomunikasikan ide-ide matematikanya. Permasalahan yang sering dijumpai pada peserta didik dalam mata pelajaran matematika ialah prestasi kemampuan komunikasi rendah. Salah satu penyebabnya ialah pembelajaran yang berpusat pada guru, serta kurang melibatkan peserta didik dalam proses berpikir dan bekerja sama. Untuk itu, maka model pembelajaran yang digunakan harus variatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran koopertif TPS lebih baik daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran menggunakan model konvensional, dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif TPS. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di salah satu sekolah menengah pertama di daerah Sumedang tahun ajaran 2021/2022. Sampel yang digunakan kelas VIII F dan kelas VIII G. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran menggunakan model kooperatif TPS lebih baik daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran menggunakan model konvensional. Selain itu, respon peserta didik terhadap model pembelajaran kooperatif Think Pair Share memperoleh nilai rata-rata presentase sebesar , jika dikonversikan ke dalam tabel interpretasi maka skor presentase tersebut masuk dalam kriteria interpretasi baik.
Copyrights © 2023