Housewives (IRT) in the family have a very active role in their families. Used cooking oil or used cooking oil is waste left over from cooking activities carried out by housewives. So far, used cooking oil has never been used to make other materials, and is generally just thrown away so that over time it will damage the environment around us. This community service aims to utilize waste cooking oil into items that can be reused and have use value. The training on using used cooking oil in soap that was developed among housewives in Pontianak city, especially in Akcaya Village, South Pontianak District, is expected to be applied by IRT so that used cooking oil is no longer a wasted material, but can become a material that can be used. The soap produced can be used alone or later can also be traded so that it will increase family income. Abstrak Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) di dalam keluarga punya peran yang sangat aktif di dalam keluarganya. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah adalah limbah tersisa dari aktifitas memasak yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Minyak jelantah selama ini belum pernah dimanfaatkan menjadi bahan lain, dan umumnya hanya dibuang saja sehingga lama kelamaan akan merusak lingkungan di sekitar kita. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi barang yang dapat digunakan kembali serta mempunyai nilai guna. Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun yang dikembangkan di kalangan ibu rumah tangga di kota Pontianak khususnya di Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan diharapkan dapat diaplikasikan oleh IRT sehingga minyak jelantah tidak lagi menjadi bahan yang terbuang, melainkan dapat menjadi bahan yang dapat digunakan. Sabun yang dihasilkan dapat dipergunakan sendiri atau nantinya dapat pula diperjualbelikan sehingga akan menambah pendapatan keluarga.
Copyrights © 2023