Menurut World Health Organization (WHO) (2012) remaja yang mengalami nyeri haid (dismenore) cukup besar sekitar 50%. Pada remaja usia 10 sampai 19 tahun, terdapat sekitar (19,3%) merupakan nyeri ringan, nyeri sedang (20,2%) dan nyeri berat (60,3%). Dismenore dikhawatirkan mengganggu remaja dalam menjalankan berbagai aktivitas mereka terutama dalam proses belajar di sekolah. Kejadian dismenore dapat menjadikan remaja putri sulit dalam berkonsentrasi disebabkan gangguan-gangguan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 1 Gunung Sari. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian berupa deskriptif analitik, dengan jumlah sampel 76 remaja putri kelas XI yang ada di SMAN 1 Gunung Sari pada bulan Juli 2022 yang diambil dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan wawancara dan diolah menggunakan uji chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahawa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada putri kelas XI yang ada di SMAN 1 Gunung Sari pada bulan Juli 2022 yang diteliti diantaranya umur, status gizi remaja, dan pendapatan orang tua tidak ada yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian dismenore dengan nilai p>α berturut-turut p =0,119 untuk umur, p =0,415 untuk status gizi, p =0,533 untuk pendapatan orang tua. Hal berbeda yang ditunjukkan oleh faktor aktivitas yang memiliki nilai p=0,009 yang artinya memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian dismenore. Faktor pengetahuan diuji terhadap sikap remaja putri terhadap cara menyikapi kejadian dismenore menunjukkan hubungan yang bermakna dengan nilai p<α yaitu p=0,000.
Copyrights © 2022