Pembangunan Double Terowongan pada pembangunan jalan tol CISUMDAWU (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) yang dimulai pada Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada Deesember 2018 ini memiliki panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Lokasi pembangunan terowongan ini berada di kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Penggalian pada terowongan ini menggunakan dua metode, yaitu Cut and cover (untuk bagian kiri) dan NATM (untuk bagian kanan). Penggalian terowongan menggunakan alat bantu seperti excavator dan dozer dikarenakan kondisi batuan lapuk. Dari hasil Pemantauan dilapangan dengan bantuan alat Total Station dan convergen didapat deformasi akibat pengaruh massa batuan sebesar 5mm. Dari hasil perhitungan secara analitik didapatkan besarnya deformasi terkecil pada pembuatan terowongan untuk dengan penyanggaan steel rib sebesar 2.1826 mm dan shotcrete 2.1219 mm sedangkan nilai deformasi terbesar untuk steel rib sebesar 2.1219 mm dan shotcrete 159.3114 mm. Sedangkan untuk nilai zona plastis terkecil dari terowongan dengan penyangga steel rib 4.5051 mm dan shotcrete 4.4729 mm, untuk nilai zona plastis terbesar dari penyangga steel rib 113.5986 mm dan shotcrete 111.9032 mm. Kata kunci: Deformasi, weak rock, CISUMDAWU
Copyrights © 2017