Pembangunan Jembatan Damai mengalami kendala faktor cuaca hujan deras yang mengakibatkan muka air sungai naik dan terjadi banjir pada bulan 1 Februari – 17 maret (46 Hari Idle time) pada saat pemancangan di tepi sungai sisi Damai Seberang. Dengan terjadinya idle time, selama 46 hari menyebabkan pembangunan Jembatan menjadi terlambat progresnya menjadi minus 25%. Keterlambatan ini memerlukan analisis percepatan waktu pelaksanaan sehingga bisa tercapai sesuai target awal. Penelitian ini menggunakan metode crashing yang merupakan metode percepatam proyek secara sistematis dan analitis dengan mempersingkat waktu proyek. Metode ini menggunakan Microsoft Project dengan opsi penambahan tenaga kerja dan sistem shift kerja. Dari hasil penelitian, didapat biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan alternatif penambahan Tenaga Kerja didapat sebesar Rp. 28.531.756.479,7 atau lebih murah 0,759 % dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi proyek 331 hari kerja atau lebih cepat 9,31% dari durasi normal, sedangkan total biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan alternatif menerapkan sistem shift kerja (shift 1, shift 2, shift 3, dan shift 4) didapat sebesar Rp. 29.010.266.686,3 atau lebih mahal 0,905 % dari biaya proyek pada kondisi normal dan durasi proyek 319 hari atau lebih cepat 12,6 % dari durasi normal
Copyrights © 2022